oleh

Cimahi, Penyumbang Angka Pengangguran Kedua Tertinggi se-Jawa Barat

CIMAHI – Hingga masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, angka pengangguran di Kota Cimahi alami kenaikan yang signifikan.

Menurut Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Cimahi, Yanuar Taufik, hal tersebut terjadi selain ketersedian lahan pekerjaan yang semakin terbatas, juga ordernya yang kian merosot. Dampaknya, para karyawan banyak yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK).

Berdasarkan data BPS tahun 2020, Kota Cimahi berada di peringkat ke-2 daerah dengan angka pengangguran tertinggi di Jawa Barat.

Baca Juga:  Begini Aturan Sistem Kerja ASN Selama PPKM Berlevel

“Sampai sekarang, tenaga kerja belum banyak dibutuhkan. Karena perusahaan sendiri kekurangan order. Otomatis tenaga kerja juga dikurangi, bahkan tidak sedikit yang di-PHK,” kata Yanuar saat dihubungi, Senin (26/7).

Yanuar menyebut, jumlah pekerja yang dirumahkan awalnya mencapai 6.049 orang, dan pekerja yang di-PHK sebanyak 283 orang.

Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), penambahan jumlah angka pengangguran pada tahun 2019 hingga Bulan Februari 2021 mencapai 39.055 orang atau 13,30 persen.

Baca Juga:  Mulai Besok Akan Ada Rekayasa Lalu Lintas di Leuwigajah Kota Cimahi

“Jadi kalau dipresentasikan sekira 13,30 persen dari tahun 2019 sampai tahun 2021 awal, bulan Februari,” jelasnya.

Peningkatan menjadi drastis terjadi karena sektor industri di Kota Cimahi yang didominasi garmen dan tekstil mengalami penurunan aktivitas produksi di masa pandemi covid-19 sehingga banyak perusahaan yang merumahkan para karyawannya.

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga