Skenario Terburuk Covid-19 di Indonesia Bisa Sampai 50 Ribu Kasus per Hari, Begini Antisipasi Pemerintah

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan. (Istimewa)
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan. (Istimewa)
0 Komentar

JAKARTA – Pemerintah mempersiapkan skenario terburuk jika pertambahan kasus harian Covid-19 mencapai 40 ribu hingga di atas 50 ribu per hari. Persiapan tersebut berupa suplai oksigen, obat-obatan, hingga kapasitas tempat tidur.

Hingga kemarin (6/7), pertambahan kasus positif harian Covid-19 memang menunjukkan peningkatan yang membahayakan. Selama dua hari berturut-turut kurva kasus memecahkan rekor pertambahan tertinggi.

Kemarin data satgas Covid-19 mencatat 31.189 kasus baru. Lebih tinggi dari sehari sebelumnya yang bertambah 29.745 kasus baru.

Baca Juga:Menko Luhut Mau Resign dari Jabatannya, Ngaku Sudah Kebal DihinaKPK Panggil 10 Saksi Terkait Kasus Korupsi Barang Tanggap Covid-19 Bupati KBB

Angka kematian juga terus meningkat. Hanya dalam tempo satu minggu, kasus kematian meningkat dari 200-an per hari menjadi di atas 500 per hari. Bahkan, kasus kematian kemarin mencatat rekor tertinggi, yakni 728 orang meninggal.

Koordinator PPKM Darurat Jawa-Bali Menko Luhut Binsar Panjaitan mengungkapkan, pemerintah telah membuat skenario jika pertambahan kasus positif mencapai 40 ribu per hari. Skenario terburuk itu, jika nanti misalnya peningkatan Covid-19 mencapai 50 ribu kasus per hari.

”Kita sudah hitung worst case scenario. Bagaimana suplai oksigen, obat, RS, semua sudah kami hitung. Saya kira Menkes sudah mempersiapkan seperti ICU, kemudian misalnya RS Asrama Haji di Pondok Gede,’’ papar Luhut kemarin (6/7).

Luhut menyebut, dalam dua hari ke depan, RS Darurat Asrama Haji Pondok Gede siap menampung lebih dari 800 pasien. Ada juga dukungan dari TNI-Polri yang mendirikan rumah sakit-rumah sakit darurat.

”Semua kekuatan sedang kita kerahkan. Jangan sampai ada yang underestimate bahwa Indonesia ini tidak bisa mengatasi semuanya. Setidaknya sampai hari ini,” kata Luhut.

Meski kemudian, kata Luhut, bisa jadi kenaikan kasus positif melebihi 50 ribu per hari. Pemerintah akan beradaptasi dengan membuat skenario.

”Nanti siapa yang akan kita mintai tolong sudah mulai kita approach,” jelasnya.

Baca Juga:Ini Syarat Vaksinasi Covid-19 di ICT DepokDinkes Depok dan Kodim Kolaborasi Gelar Vaksin Selama 5 Hari

Sejauh ini, kata Luhut, persediaan oksigen bisa untuk mendukung hingga 50 ribu kasus per hari.

”Mungkin paling jelek sampai 60 hingga 70 ribu kasus per hari. Tapi, kita semua tidak berharap itu terjadi. TNI-Polri sudah melakukan penyekatan yang cukup baik,” katanya.

Untuk bisa menurunkan kasus, Luhut menyebut perlunya penurunan mobilitas 30 hingga 50 persen. Sebanyak 30 persen sebenarnya cukup efektif. Namun, menghadapi varian Delta yang lebih cepat menular, penurunan mobilitas harus mencapai 50 persen.

0 Komentar