Skenario Terburuk Covid-19 di Indonesia Bisa Sampai 50 Ribu Kasus per Hari, Begini Antisipasi Pemerintah

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan. (Istimewa)
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan. (Istimewa)
0 Komentar

“Saya harap pencapaian penurunan mobilitas harus minimal 30 persen. Kalau bisa 50 persen. Kalau minggu ini sudah bisa. Maka, minggu depan kita berharap kasus sudah flattening, baru kemudian menurun,” katanya.

Luhut menjelaskan, terjadi penurunan mobilitas warga di seluruh kabupaten/kota di Jateng. Berdasar urutan teratas, ada Banjarnegara, Kudus, Purbalingga, Boyolali, Banyumas, dan Grobogan. Mobilitas warga tersebut dipantau melalui Google traffic, night light NASA, dan Facebook mobility. ”Kalau makin lama penurunannya, makin lama pula ini terjadi dan makin payah ekonomi kita. Presiden memerintahkan jangan lama-lama mengenai masalah ini,” jelas Luhut.

Dia melanjutkan, memang sebelumnya sempat terjadi kekurangan suplai oksigen. Namun, dalam 2–3 hari terakhir, semua persediaan oksigen sudah dimobilisasi dari berbagai arah.

Baca Juga:Menko Luhut Mau Resign dari Jabatannya, Ngaku Sudah Kebal DihinaKPK Panggil 10 Saksi Terkait Kasus Korupsi Barang Tanggap Covid-19 Bupati KBB

”Ada dari Morowali 21 isotank sudah sampai kemarin ke Jakarta dan hari ini didistribusikan,” katanya.

Kemudian, suplai oksigen didatangkan dari Cilegon dan Batam. Luhut mengatakan, perhitungan suplai oksigen melihat kondisi dua minggu ke depan.

“Sementara itu, kita harapkan oksigen ini murni menolong orang yang diisolasi dan dirawat intensif, sedangkan yang ringan kan kita gunakan oksigen konsentrator,” katanya.

Konsentrator bekerja dengan mengambil udara biasa untuk kemudian diproses dan bisa dihirup.

”Kita pesan 10 ribu dan sebagian sudah datang dengan pesawat Hercules dari Singapura. Akan ambil juga dari tempat lain kalau masih kekurangan,” jelasnya. (jawapos)

0 Komentar