oleh

Kerahkan 600 Personil Selama PPKM Darurat, Jajaran Polres Sumedang Lakukan Tes GeNose C19

SUMEDANG – Menghadapi masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, Polres Sumedang batasi mobilitas masyarakat dengan Pos Penyekatan.

Kapolres Sumedang, AKBP Eko Prasetyo Robbyanto mengatakan, dalam menerapkan PPKM Darurat, ia mengerahkan ratusan personil.

“Kita menggelar kurang lebih separuh kekuatan dari Polres Sumedang yakni 1.200 personil, jadi 600 personilnya kita gelar dalam rangka PPKM Darurat ini,” kata Eko kepada Jabar Ekspres di Cimanggung, Senin (5/7).

Sementara itu, untuk Pos Penyekatan yang disiagakan oleh Polres Sumedang, saat ini sebanyak tiga pos.

Baca Juga:  Puskesmas Margajaya Sumedang Akui Warga yang Lakukan Tes Swab Menurun

“Ada tiga pos penyekatan di Cimanggung, Parakanmuncang kemudian di Jatinangor, depan Unpad kemudian dan satu lagi di Tomo, perbatasan Sumedang dan Majalengka,” imbuhnya.

Eko menjelaskan, sebelum anggota jajaran Polres Sumedang melakukan pengawasan PPKM Darurat, mereka diharuskan untuk tes GeNose C19.

Perlu diketahui, GeNose C19 merupakan alat yang dibuat khusus untuk mendeteksi infeksi virus Covid-19 melalui embusan nafas.

“Di Polres Sumedang sendiri, karena kami memiliki alat GeNose C19, itu memang sejak lama kami rutin. Jadi bergiliran, itu setiap harinya melaksanakan Gnose,” ujar Eko.

Baca Juga:  Begini Kesiapan SMP Negeri 1 Cimanggung Jelang UNBK

Dalam pemaparannya, Eko menerangkan, untuk wilayah Kabupaten Sumedang mobilitas warga akan diawasi oleh tiap kecamatan

“Yang jelas di internal Sumedang sendiri, kami sudah perintahkan di level kecamatan dilakukan penutupan-penutupan jalan yang bukan jalan provinsi,” pungkas Eko.

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga