Pasokan Tabung Oksigen Rumah Sakit Mulai Langka, Ini Jawaban Menkes

tabung oksigen rs
Pasien Covid-19 saat mendapat perawatan medis di dalam tenda darurat IGD RSUD Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis (24/06/2021). Akibat ruang IGD sudah penuh, pihak rumah sakit mendirikan tenda untuk men-screening pasien virus Corona (COVID-19) yang berdatangan ke ruang instalasi gawat darurat (IGD). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
0 Komentar

JAKARTA – Sejumlah rumah sakit mulai mengeluhkan pasokan oksigen tabung dan liquid atau cair yang mulai langka untuk pasien Covid-19 seiring meningkatnya kasus saat ini. Merespon hal tersebut, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta rumah sakit agar tidak khawatir. Ia memastikan stok oksigen untuk rumah sakit seluruhnya aman.

“Soal isu oksigen, yang ada saat ini cukup,” tegasnya dalam konferensi virtual, Jumat (25/6).

Budi menjelaskan, Indonesia memiliki kapasitas produksi oksigen untuk oksigen industri sebanyak 75 persen dan memang untuk medis hanya 25 persen. Solusinya, pihaknya mendapatkan komitmen dari pihak suplier oksigen industri untuk mengalihkan kapasitas oksigen industri untuk oksigen medis.

Baca Juga:50 Usaha Kafe dan Restoran di Kota Bandung Alami Penurunan OmsetRatusan Pekerja di Lingkungan DPR RI Positif COVID-19

“Karena ternyata kebutuhan oksigen industri bisa diisi oleh perusahaan asing. Komitmen dari perusahaan, 75 persen siap supply oksigen di RS,” paparnya.

Ia menyebutkan masalah oksigen memang mengalami hambatan para pendistribusian logistiknya. Misalnya kondisi di Jawa Tengah, kata dia, pasokan oksigen memang sempat terganggu karena ada kendala pada aliran listrik perusahaan.

“Sebenarnya karena memang ada kondisi, pas pabriknya berhenti aliran listrik terganggu. Mesin butuh waktu untuk start kembali, jadi butuh waktu. Kami koordinasi dengan PLN, agar seluruh produksi tak terganggu,” tuturnya.

Sementara untuk pendistribusian oksigen, pihaknya sudah berdiskusi dengan Polri untuk mengawasi truk-truk pengangkut oksigen khususnya asal Jawa Barat dan Jawa Timur. Pihaknya memastikan agar pergerakan truk bisa aman untuk mengangkut oksigen.

“Lalu soal isu tabung oksigen, saya anjurkan semua RS besar dan RS kecil agar perputaran tabungnya dipercepat. Misalnya awalnya seminggu sekali, kini harus lebih sering. Sehingga pasokan tetap lancar. Jadi kami sudah antisipasi adanya kekurangan oksigen,” katanya. (jawapos)

0 Komentar