oleh

Proses Pemakaman Pasien Covid-19 di Cimanggung, Pihak RSUD Tak Pakai APD Lengkap

SUMEDANG – Proses pemakaman seorang warga Desa Pasirnanjung, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang yang diduga positif terpapar Covid-19 sempat alami penolakan.

Seperti diketahui sebelumnya, Kepala Desa Pasirnanjung Caca Suardin membenarkan, warga di RW 06 sempat menolak dilakukannya proses pemakaman.

“Ini masalah kemanusiaan. Mungkin karena adanya yang memprovokasi,” kata Caca kepada Jabar Ekspres di lokasi pemakaman, Jumat (11/6).

Menurut Caca, adanya orang yang memprovokasi dapat membuat warga setempat menjadi panik dan terjadi penolakan proses pemakaman.

Baca Juga:  Resmikan Layanan Hemodialisa, RSUD Cicalengka Targetkan Miliki Kapasitas 30 Tempat Tidur

“Harusnya bisa kasih penerangan, karena masalah Covid-19 ini sudah jelas, harus bagaimananya, prokesnya,” ujar Caca.

Dalam pantauan Jabar Ekspres di lapangan, saat proses pemakaman berlangsung pihak RSUD Cicalengka tidak menerapkan protokol kesehatan.

Hal itu terlihat dari tidak digunakannya Alat Perlindungan Diri (APD) baik oleh supir ambulans pengantar jenazah serta para warga yang membantu proses pemakaman.

Selain itu, penyemprotan cairan disinfektan yang seharusnya dilakukan sebelum dan setelah proses pemakaman tidak dilakukan oleh RSUD Cicalengka.

Baca Juga:  Resmikan Layanan Hemodialisa, RSUD Cicalengka Targetkan Miliki Kapasitas 30 Tempat Tidur

Sementara itu Ketua RW06 Jajang menceritakan, penolakan yang sempat terjadi sebelum proses pemakaman disebabkan warga merasa khawatir akan terjadinya penyebaran virus Covid-19 di wilayah sekitar.

“Saya waktu dapet kabar ada yang mau dimakamkan kondisi katanya Covid-19 langsung informasikan ke warga,” ucap Jajang di kediamannya.

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga