Airlangga Minta Gubernur Jabar Resmikan Nama Pahlawan Eddy Sukardi Jadi Nama Jalan

Airlangga Minta Gubernur Jabar Resmikan Nama Pahlawan Eddy Sukardi Jadi Nama Jalan
0 Komentar

BANDUNG – Di sela-sela kunjungannya ke Kota Bandung, Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto menyempatkan untuk bertemu dengan Gubernur Jabar Ridwan Kamil.

Pertemuan yang dibarengi sarapan pagi itu, berlangsung santai dan penuh keakraban.

Airlangga yang juga Menteri Bidang Perekonomian mengajak Gubernur berdiskusi membahas perkembangan terbaru penanganan Covid-19. Khususnya di Jawa Barat.

Baca Juga:Soroti Rendahnya Penerapan Prokes, Airlangga Minta Kader Golkar Jabar Kawal Kinerja PemdaDewan Kritisi 3 Raperda yang Diusulkan Pemkot Depok

Sebab, Jawa Barat menjadi salah satu provinsi dengan kasus yang tinggi. Peningkatan kasus Covid-19 pascalebaran dan peningkatan occupancy rate turut menjadi perhatian.

“Penanganan di Jabar perlu keseriusan. Ketua DPRD, bupati dan Wali Kota agar terus memonitor, dan mendorong peningkatan perilaku kedisiplinan masyarakatnya. Kasus tertinggi Covid-19 di sini, ada zona-zona yang sedang ke atas, kemudian tingkat occupancy ratenya juga tinggi,” kata Airlangga saat membahas rendahnya penerapan prokes Jawa Barat dengan kader Golkar, Jumat (4/6).

Selain membahas penerapan prokes yang mulai rendah, pada kesempatan itu, Airlangga membicarakan rencana peresmian nama jalan ‘Eddy Sukardi’ sebagai kelanjutan dari jalan ‘Didi Sukardi’ yang merupakan jalan tingkat Provinsi yang berada di Kabupaten Sukabumi.

Eddy Sukardi adalah tokoh pahlawan dalam perstiwa perlawanan pejuang Tentara Keamana Rakyat (TKR) terhadap arogansi sekutu dalam peristiwa Bojongkokosan.

Diketahui, Eddy Sukardi sendiri merupakan Eyang/ Kakek dan Uwa/ Paman dari Menko Airlangga Hartarto.

Dalam peristiwa yang dikenal sebagai Palagan Bojongkokosan tersebut, Letnan Kolonel Eddie Soekardi menjabat sebagai Komandan Resimen III TKR. Ia membawahi Bogor, Sukabumi dan Cianjur dan bertanggung jawab atas strategi yang membuat militer Inggris kewalahan.

Di sepanjang jalur Bojongkokosan, Sukabumi – Cianjur itu, Letnan Eddy beserta Tentara Keamanan Rakjat (TKR) dan Lasykar melancarkan strategi perang yang merugikan pasukan sekutu. Selama Desember 1945 – Maret 1946, TKR berhasil membuat pasukan musuh menderita kerugian yang tidak sedikit, baik dari tentara yang gugur dan kendaraan tempur yang hancur dalam pertempuran.

Baca Juga:Nikita Mirzani Ingin Pensiun dari Dunia HiburanGuru PAUD di Bojongsari Dapatkan Pembinaan dari Disdik Kota Depok

Rencana peresmian jalan tersebut merupakan bentuk menghormati pahlawan yang berjasa membela Indonesia.

 

0 Komentar