Bandung Siap Gelar PTM Terbatas Juli Mendatang, Walkot Klaim 100 Persen Tenaga Pengajar Sudah Divaksin

SIMULASI PTM: Hampir semua sekolah yang ada di Indonesia mulai melengkapi sarana prasarana penunjang agar sekolah bisa melaksanakan pembelajaran tatap muka yang rencananya bakal di mulai pada Juli mendatang.
SIMULASI PTM: Hampir semua sekolah yang ada di Indonesia mulai melengkapi sarana prasarana penunjang agar sekolah bisa melaksanakan pembelajaran tatap muka yang rencananya bakal di mulai pada Juli mendatang. (foto: dok Jabarekspres)
0 Komentar

BANDUNGPembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas siap digelar pada Juli 2021 mendatang. Wali Kota Bandung, Oded M Danial mengklaim proses vaksinasi Covid-19 bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) telah mencapai 100 persen.

“Sebagai persiapan, PTM kita laksanakan vaksinasi guru, tenaga pendidik, semuanya, sdm pendidikan, ada guru, ada administrasi, satpam. Ini Alhamdulillah sudah 100 persen dilaksanakan,” ujarnya usai menggelar rapat terbatas terkait evaluasi penanganan Covid-19 Kota Bandung, Senin (31/5).

“100 persen itu, Dosis satu, ada 36.526 sementara dosis dua baru 33.342, setara 92 persen. InshaAllah yang belum dilanjut ke puskesmas masing-masing,” tambahnya.

Baca Juga:Penutupan Tempat Wisata di Kota Bandung Tidak DiperpanjangDKR Menilai Wacana “Tanpa Tembakau” Tendensius Rugikan Petani

Oded juga mengatakan, pihaknya meminta setiap Sekolah wajib memenuhi persyaratan protokol kesehatan (prokes) sebelum menggelar PTM terbatas.

“Disurvei dulu kesiapannya, mana yang sudah siap sesuai prokes yang ada, bertahap, bisa jadi lebih sedikit, yang belum lolos kami minta mereka memperisapkan diri,” katanya.

Disamping itu, pihaknya akan terus memperkuat Satgas di kewilayahan untuk melakukan pemantaun terhadap kesiapan PTM.

“Kemudian kita juga tetap minta, tekait dengan Satgas di lapangan, tetap mengadakan Simulasi kepada mereka, siapa yang siap, dan secara umum 30 persen dibatasi,” pungkasnya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, saat ini sekolah yang ada di Kota Bandung mencapai 3.523 sekolah termasuk tingkat SMA Sederajat.

“Jumlah sekolahnya, ada 3.523 dari TK sampai SLTA, walaupun SLTA ada di Provinsi, tapi di wilayah kita, soal Covid masuknya ke wilayah kita,” ungkapnya.
(MG8/nur)

0 Komentar