Sempat Ada Warga yang Positif Terpapar, Desa Jatiroke Gencar Perangi Virus Covid-19

kecamatan jatiroke
Kepala Urusan (Kaur) Perencanaan Desa Jatiroke, Bayu Parmandaru (kiri) bersama Kaur TU, Siti Wulansari (kanan) saat ditemui Jabar Ekspres di kantor desa pada Senin (24/5). Yanuar Baswata
0 Komentar

SUMEDANG – Penanganan virus Covid-19 selalu diupayakan agar penyebarannya dapat dihentikan oleh pemerintah, termasuk di tingkat desa.

Hal itu dilakukan juga oleh Desa Jatiroke, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang yang memiliki catatan warganya sempat terpapar virus Covid-19.

Kepala Desa Jatiroke, Cuna melalui Kepala Urusan (Kaur) Perencanaan Desa Jatiroke yang mengurus penanganan Covid-19 tingkat desa, Bayu Parmandaru mengaku sempat ada warga yang terpapar hingga 10 orang.

Baca Juga:Airlangga: Dampak Pandemi Terhadap Tenaga Kerja Indonesia Telah BerkurangXiaomi Pecahkan Rekor Buka Gerai Baru Serentak Terbanyak, Umumkan Promo Rayakan Pencapaian 1000 Toko

“Sempet ada yang kena (Covid-19). Tapi setelah dilakukan isolasi mandiri dan dipantau oleh desa, alhamdulillah semuanya sembuh,” kata Bayu kepada Jabar Ekspres di kantor Desa Jatiroke, Senin (24/5).

Melalui pantauan Jabar Ekspres di lapangan, masih terlihat ada warga Desa Jatiroke yang abai protokol kesehatan seperti tidak menggunakan masker saat keluar rumah.

Saat dikonfirmasi, Bayu menuturkan pihak desa telah sering lakukan sosialisasi kepada warga tentang bahayanya virus Covid-19.

Selain itu, Bayu menerangkan, pihak desa sebetulnya selalu memberikan imbauan kepada warga supaya tetap menggunakan protokol kesehatan sebagai perlindungan diri.

“Mensosialisasikan (prokes), imbauan sudah sering dilakukan. Lepas dari itu kembali ke masing warganya,” ujar Bayu.

Mengingat gejala virus Covid-19 yang berbeda-beda, Bayu mengatakan untuk penanganan jika ada warga Desa Jatiroke yang terpapar akan ditangani sesuai kondisi.

“Covid-19 itu ada yang bergejala ada yang engga. Kalau parah dirujuk ke rumah sakit, kalau masih gejala awal baru ditangani desa untuk isolasi,” pungkasnya.

Baca Juga:Tawarkan Keindahan Alam, Kampung Cigomentong Berhasrat Menjadi Destinasi WisataKang Emil Sebut Eksperimen PTM Bakal Dilakukan Secepatnya, Jika Syarat Ini Terpenuhi

Dalam penanganan warga yang terpapar, ujar Bayu, pihak desa telah membuat antisipasi dan memberi pilihan untuk isolasi.

“Ada tempat isolasi dari desa, di bawah sengaja buat isolasi warga yang kena Covid-19. Tapi sejauh ini warganya milih isolasi di rumah masing-masing,” imbuh Bayu.

Sementara itu, ketika warga lakukan isolasi mandiri akibat terpapar Covid-19, ucapnya pihak desa juga memantau perkembangan kesehatan hingga memberikan logistik.

“Dari desa ada, dari kecamatan ada, koordinasi dengan kecamatan, kita kirim logistik, misal beras satu karung untuk dua minggu untuk jatah tiga orang,” tuturnya.

Dalam pemantauan perkembangan kesehatan warga yang terpapar, Bayu menjelaskan hal itu guna memberikan pelayanan terbaik dari pihak desa.

0 Komentar