Ketua Migrant Care Minta Perlindungan Terhadap Perempuan Ditingkatkan

DEPOK – Ketua Pusat Studi Migrasi Migrant Care, Anis Hidayah mengharapkan pemerintah agar lebih peduli terhadap tindak kekerasan yang dialami kaum perempuan.

Di Hari Kebangkitan Nasional ini menurut Anis, seharusnya jadi momentum refleksi bersama untuk melihat persoalan-persoalan genting terutama mengenai masalah keperempuanan.

“Hari Kebangkitan Nasional dari perspektif perempuan adalah juga penting untuk dimaknai. Bagaimana negara lebih protektif dalam memberikan perlindungan kepada perempuan terutama dari kerentanan mereka terhadap kekerasan,” kata Anis saat diwawancara Jabar Ekspres di Depok, Kamis (20/5).

Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) itu mengatakan, hal paling sederhana yang dapat dilakukan oleh pemerintah dalam hal proteksi terhadap kaum perempuan itu bisa dengan cara mendorong regulasi perlindungan kekerasan perempuan agar segera direalisasikan.

“Misalnya, bagaimana RUU Penghapusan Kekerasan Seksual segera dijadikan prioritas untuk disahkan sebagai bentuk hadirnya negara melindungi perempuan dari kerentanan berbagai bentuk kekerasan yang selama ini dialami oleh banyak perempuan yang itu kian meningkat di masa pandemi ini,” paparnya.

Di samping itu, menurut Panelis Debat Capres-Cawapres 2019 itu, momentum tersebut juga penting untuk bangkit melawan pandemi Covid-19.

“Hari Kebangkitan Nasional pada tahun ini menurut saya juga jadi momentum penting untuk bangkit bersama melawan pandemi. Bagaimana masyarakat terus bergandengan tangan baik dalam konteks solidaritas menjaga kesehatan publik dan saling men-support satu dengan yang lain untuk melewati masa-masa sulit ini,” terang Anis.

Khusus kepada pemerintah, ia meminta agar lebih memaksimalkan upaya dalam mengurai permasalahan pandemi ini.

“Bagi pemerintah saya kira banyak aspek yang harus terus dioptimalisasi untuk memastikan bahwa pandemi ini bisa diatasi lebih cepat,” tandasnya.

Lebih lanjut, dirinya berharap kelompok masyarakat marjinal yang selama ini kurang mendapatkan atensi setelah terpuruk akibat hantaman Covid-19 agar diberikan bantuan pemulihan untuk bangkit dari situasi krisis.

“Semoga masyarakat lebih baik dalam hal mendapatkan akses terhadap ‘vaksin’ baik dari aspek ekonomi, kesehatan publik maupun psikologi sosial yang disebabkan oleh pandemi terutama bagi kelompok yang berada di tingkat marjinal,” pungkasnya (Mg12)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan