INDIA – Meski sedang menghadapi gelombang kedua Covid-19, Pemerintah India berhasil mengembangkan obat penangkal Covid-19 dengan nama 2-deoksi-D-glukosa (2-DG).
Dilansir kantor berita ndtv.com, obat itu, dikembangkan oleh Organisasi Penelitian dan Pengembangan Pertahanan (DRDO) dan telah disetujui untuk penggunaan darurat dan diawasi oleh badan pengawasan obat setempat.
Obat 2-deoksi-D-glukosa (2-DG) dikemas sachet berbentuk bubuk. Penggunaannya cukup dilarutkan dalam air.
Baca Juga:Palestina dan DajjalTelepon Presiden Otoritas Palestina, Joe Biden Desak Hamas Setop Serangan Roket ke Israel
Laboratorium DRDO dan Laboratorium Dr Reddy berbasis di Hyderabad mengembangkan penelitian obat dengan menggunakan aplikasi terapi anti-Covid dari obat 2-deoksi-D-glukosa (2-DG).
Badan pengawas obat pemerintah India Drugs Controller General of India (DCGI) menyebutkan, obat itu telah melalui tahap uji klinis dan penelitian.
Obat ini juga diklaim dapat membantu pemulihan pasien Covid-19 lebih dan mengurangi ketergantungan oksigen tambahan.
Perbandingan pasien yang diobati menunjukan hasil tes PCR negatif Covid. Bahkan, obat ini terbilang aman dan menunjukkan peningkatan signifikan.
Pada penggunaan ujicoba kedua diberikan kepada 110 pasien. Sementara uji coba ketiga dilakukan di enam rumah sakit untuk 11 rumah sakit di seluruh India.
Sementara itu, bantuan internasional besar-besaran telah mengalir ketika India melaporkan kekurangan obat-obatan esensial, oksigen medis.
Pasien Covid mengalami lonjakan dan melumpuhkan sistem perawatan kesehatan negara itu.
Baca Juga:Spektakuler! China Satu-satunya Negara Asia yang Berhasil Mendaratkan Pesawat Luar Angkasa ke Planet MarsSejumlah Profesor menolak penonaktifan 75 pegawai KPK
Pemerintah India sendiri mencatat pada Sabtu (15/5) sebanyak 4.187 meninggal per harinya. (ndtv.com/red/yan)
