Nekat Mudik, Ancaman Covid-19 Klaster Idul fitri Mulai Muncul 

BANDUNG – Kasus aktif penyebaran virus  Covid-19 akibat arus mudik mulai terlihat.

Menjelang hari-hari terakhir bulan Ramadan 1244 Hijriah, masyarakat mulai berbondong-bondong mencoba melakukan perjalanan pulang kampung.

Dari yang mulai terang-terangan ingin mudik sampai yang mencoba menyelundup di tengah hiruk-pikuk razia kendaraan, dilakukan masyarakat.

Namun dampaknya adalah ketakutan munculnya klaster mudik selepas Lebaran.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat memberikan keterangan, Senin (10/5).

“Terbukti ada 15 pemudik terpapar Covid-19. Nah 15 pemudik ini kita lakukan pengetesan di razia-razia di beberapa tempat,” ujar Ridwan Kamil.

Tak dijelaskan lebih rinci oleh sang Gubernur mengenai identitas maupun titik geografis pemudik yang terpapar Covid-19 tersebut.

Ia mengatakan bahwa apa yang selama ini dipelajari oleh timnya memang menunjukan arus jalur mudik berpotensi menyebarkan virus. Bahkan, bukan tidak mungkin menimbulkan klaster baru.

“Ini menunjukkan bahwa teori kita betul, kalau dilepas begitu saja ada sekian persen terpapar Covid,” lanjutnya.

Ia mengimbau agar masyarakat lebih peduli lagi terhadap apa yang sedang terjadi, bukan hanya karena masih bahayanya pandemi tetapi juga peduli pada orang-orang di kampung halaman, utamanya para orang tua.

“Kasihan orang tua-orang tua yang didatangi oleh mereka yg terpapar Covid tadi. Nanti terancam ikut tertular juga,” Gubernur mengingatkan. (MG7)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan