LIGA CHAMPIONS: Chelsea 2-0 Real Madrid, All-English Final Menanti

LIGA CHAMPIONS: Chelsea 2-0 Real Madrid, All-English Final Menanti
SELEBRASI: Para punggawa Chelsea merayakan gol seusai membobol gawang lawan, Real Madrid, dalam laga leg kedua semifinal Liga Champions di Stamford Bridge, Kamis (6/5). FOTO: @chelseafc_indo/Twitter.
0 Komentar

LONDON – All-English Final. Tiga kata itu melekat pada laga akbar Final Liga Champions tahun ini.

Siapa sangka, laga final dari kompetisi antar klub di benua biru tersebut mempertemukan kedua tim dari Liga Premier Inggris.

Yakni Chelsea bakal berhadapan dengan Manchester City pada 29 Mei nanti di Ataturk Olympic Stadium, Istanbul, Turki.

Baca Juga:Penutupan Jalan Rawan Aksi Pungli, Satpol PP Ingatkan Warga Lakukan PelaporanWarga di Wilayah Aglomerasi Bandung Raya Bebas Bepergian, Asalkan…

Berlaga di markas sendiri, Stamford Bridge, Kamis (6/5) dini hari WIB. Chelsea dengan gemilang berhasil  mencukur Real Madrid  2-0 tanpa balas dalam lanjutan leg kedua semifinal.

Pada babak pertama pertandingan tadi, sekalipun Madrid lebih banyak menguasai bola, malah The Blues yang berhasil memanfaatkan peluang lewat counter-attack.

Selain itu klub London Biru pun sempat menekan Madrid pada menit-menit awal. Sebelum pada akhirnya anak asuh Zidane kembali menguasai bola.

Kendati demikian, shock therapy lebih dulu dialami Madrid pada menit ke-18.

Gawang yang dijaga Thibaut Courtois sempat digetarkan Timo Werner.

Namun wasit keburu menganulir gol tersebut karena sang pemain terlebih dulu berada dalam posisi offside.

Bukan Madrid namanya apabila tak goyah. Setelah kaget lewat gol anulir, Los Blancos tak mengendurkan permainan.

Hasilnya, Madrid menciptakan sejumlah peluang emas nan berbahaya bagi lawan, sekalipun percuma.

Baca Juga:Sambut Lebaran, Naik 40 Persen, Harga Cabai di Cimahi MelebarJadi Penopang Ekonomi, Pemda KBB Dorong UMKM Eksis di Tengah Pandemi Covid-19

Rentetan peluang-peluang percuma tersebut malah membikin Los Blancos kecolongan. Gol itu diciptakan lewat sundulan si pencipta shock therapy yang sempat dianulir sebelumnya, Timo Werner.

Secara ciamik, Werner mengamankan bola hasil sontekan “chip” melambung dari Kai Havertz yang sempat mengenai mistar gawang.

Merasa terancam karena tertinggal agregat, Madrid bernafsu membobol gawang Chelsea yang tengah dijaga Eduard Mendy, yang secara apes bagi Los Blancos, sang kiper sedang berada pada performa terbaiknya.

Madrid pun frustasi. Hingga peluit tanda berakhirnya babak pertama berbunyi. Skor 1-0 tak berubah.

Selepas turun minum, Chelsea yang unggul agregat sementara 2-1 tampak percaya diri menghadapi Madrid.

Berulangkali The Blues mengancam titik pertahanan Los Blancos. Beruntung Courtois cukup sigap.

Tak mau ketinggalan. Lewat Eden Hazard, Madrid nyaris menyamakan kedudukan jika saja sepakan mendatarnya tersebut berhasil melewati sela-sela kaki Mendy.

0 Komentar