oleh

Kemendikbud Siapkan Regulasi untuk Cegah Kekerasan Seksual di Kampus

JAKARTA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tengah menyiapkan Permendikbud tentang Pencegahan dan Penanganan Kasus Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi.

Mendikbud Nadiem Makarim menegaskan, bahwa tidak ada toleransi bagi kekerasan seksual di satuan pendidikan. Menurutnya, pemerintah harus melindungi mereka yang terkena pelecehan dan kekerasan seksual.

“Ini adalah gejala krisis moral dalam institusi pendidikan dan masyarakat kita. Jadi, agar anak-anak kita bisa merdeka belajar, mereka harus bisa merdeka dari intoleransi, kekerasan seksual, dan perundungan,” kata Nadiem di Jakarta, Kamis (29/4/2021).

Baca Juga:  Polsek Rancasari Berhasil Menangkap Salah Satu Pelaku Penyerangan Terhadap Polisi

“Jika pemerintah tidak hadir untuk menciptakan ruang publik untuk memusnahkan hal-hal negatif kekerasan seksual, maka masyarakat akan merasa kesulitan,” sambungnya.

Nadiem menjelaskan, esensi dari merdeka belajar adalah murid merasa sepenuhnya merdeka di dalam lingkungan belajarnya, termasuk dari kekerasan seksual.

“Bagaimana mau merdeka belajar kalau murid-murid kita tidak bisa merdeka dari kekerasan seksual?” ujarnya.

Nadiem menekankan, Kemendikbud berupaya menerapkan nilai-nilai Pancasila untuk menghapus tiga dosa besar di dunia pendidikan, yaitu intoleransi, kekerasan seksual, dan perundungan.

Baca Juga:  Dapat Karma Usai Melancarkan Aksinya, Begal Payudara ini Ditabrak Mobil dan Ditangkap Polisi

“Meskipun ketiga topik tersebut terlihat berbeda, tetapi sebenarnya serupa yaitu berkaitan dengan krisis moral dalam institusi pendidikan,” terangnya.

“Merdeka dari apapun yang akan menjajah potensi, kesehatan mental mereka. Karena itulah Merdeka Belajar tidak dapat dipisahkan dari upaya kita mendobrak tiga dosa ini,” pungkasnya. (Fin.co.id)

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

Baca Juga