Bisa Untuk Terapi Bagi Pasien Covid-19, Permintaan Labu Plasma Konvalesen di PMI Kota Bandung Meningkat

Terapi plasma konvalesen sempat ramai dibicarakan publik karena diyakini memberi harapan bagi penyembuhan pasien Covid-19.
Proses pengambilan Plasma Konvalesen di PMI Kota Bandung. (Dok. Nurrani Rusmana)
0 Komentar

BANDUNG – Kepala Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indoneisa PMI) Kota Bandung, Uke Muktimanah mengatakan bahwa permintaan plasma konvalesen bagi pasien Covid-19 di Kota Bandung meningkat.

Uke menjelaskan hal tersebut karena kebijakan terbaru mengenai plasma konvalesen bisa digunakan untuk terapi bagi pasien baru Covid-19. Terapi plasma konvalesen dinilai efektif untuk mempercepat kesembuhan dari pasien Covid-19.

“Permintaan konvalesen di PMI Kota Bandung meningkat. Pada awal penelitian, terapi plasma konvalesen hanya diberikan kepada pasien berat. Seiring berjalannya waktu, terapi diberikan kepada pasien ringan yang bergejala,”ujarnya saat dihubungi.

Baca Juga:BPS Catat Profesi Petani Indonesia Sangat Tipis34 Juta Tenaga Kerja Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Terdampak Pandemi

Menurut Uke, sejak Januari hingga pertengahan April 2021, sudah 1.800 labu plasma konvalesen sudah disalurkan kepada pasien Covid-19 yang sedang dalam perawatan.

“Menurut kajian saya, plasma konvalesen ini mulai Januari permintaan meningkat sampai hari ini sudah 1.800 yang sudah meminta keluar. Satu orang pendonor plasma konvalesen dapat dibuat menjadi tiga labu dengan masing-masing labu dengan kapasitas 200 ml,” tutur Uke.

Saat ini pihaknya menargetkan dalam sehari, delapan atau dua belas orang penyintas yang mendonorkan plasma konvalesen di PMI Kota Bandung.

“Kita targetkan delapan sampai dua belas (orang), dengan target harapan bisa mendapatkan delapan (orang) minimal enam belas atau dua puluh atau dua lima (labu). Sehingga dua puluh lima (labu) kita dapat langsung dibagi,” tutupnya. (MG8)

0 Komentar