oleh

PIM di Soreang Selalu Sepi Pengunjung, Ini Penyebabnya

“CBS ini BUMD, dan hampir semua bidang dijadikan bisnis oleh BUMD, contoh pangan atau bansos oleh CBS, terus aset oleh CBS, makanya aneh juga. Akhirnya salah satu dari ketidakkonsentrasian CBS membuat PIM jadi korban,” ungkap Tri saat dihubungi melalui telepon seluler, Kamis (15/4).

“Apabila bisnisnya di pangan, ya berarti dia akan total dalam berinovasi, cari investor, tapi sejauh ini tidak ada dobrakan inovasi terkait PIM, apalagi sekarang bulan Ramadan, masyarkat tidak mau susah untuk mencari yang tidak ada, maka akan membeli yang mudah di akses saja,” tuturnya.

Tri mengkritisi sejumlah bisnis yang dikelola oleh PT. CBS tersebut. Seharusnya, kata Tri, kalau multi guna maka yang memang prospeknya itu detail.

“Misalnya konstruksi, kan ada segala jenis konstruksi yang berbeda-beda, jadi ada spesialisasinya. Nah maksud saya, kalau multiguna jangan sektor sosial diambil, kontruksi diambil, aset juga diambil,” jelasnya.

Menurutnya, pasar ikan modern kurang cocok di bangun karena Kabupaten Bandung sebetulnya belum ada pasar yang menjanjikan terkait ikan. Berbeda jika sayuran dan konveksi yang sudah ada pasarnya.

“Mayarakat Kabupaten Bandung masih belum bisa dialihkan bahan makanan pokoknya, masih tergantung dengan yang sehari-hari, belum bisa beralih ke ikan sebagai prioritas makanan sehari-hari,” ucapnya.

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

Baca Juga