Kuota Ritase Kabupaten Bandung Dikabarkan Habis, Penarikan Sampah ke TPAS Sarimukti Sudah Tertunda 4 Hari

Tumpukan sampah di pinggir ruas Jalan Percobaan, wilayah Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung. (Pandu Muslim/Jabar Ekspres)
Tumpukan sampah di pinggir ruas Jalan Percobaan, wilayah Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung. (Pandu Muslim/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Persoalan sampah di wilayah Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat kembali menjadi perhatian publik.

Pasalnya, kuota ritase Kabupaten Bandung untuk dikirim ke Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Sarimukti, di Kabupaten Bandung Barat sudah mencapai batas alias habis.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jabar Ekspres, akibat kuota ritase Kabupaten Bandung yang telah habis itu, membuat pengiriman sampah tertunda hingga empat hari.

Baca Juga:DLH Cimahi Dorong Peningkatan Kinerja THL Lewat Pemberian ApresiasiBerkat Warga, Polisi Berhasil Tangkap 4 Pelaku Penyalahgunaan Narkoba di Bogor

Hal tersebut diungkapkan oleh salah seorang sopir truk pengangkut sampah dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung, Ajat (53).

“Betul, kuota ritase pembuangan sampah dari Kabupaten Bandung habis. Sejak Senin (25 Maret 2024) sampah dari Kabupaten Bandung enggak bisa dibuang ke TPAS Sarimukti,” katanya melalui seluler, Jumat (29/1).

Menurut Ajat yang biasa manarik sampah dari wilayah Kecamatan Cileunyi dan sekitarnya, belum diketahui kapan ada panambah kuota ritase, sehingga sampah dapat kembali bisa dibuang ke TPAS Sarimukti.

“Kepada masyarakat Cileunyi dan sekitarnya, di Bandung Timur, mohon maklum dan maaf panarikan sampah masih tertunda,” ujarnya.

Diketahui, dampak dari habisnya kuota ritase akan terjadi seperti kejadian sebelumnya, penarikan dan pembuangan sampah pun terhambat.

Selain sampah menumpuk di sejumlah titik salah satunya di wilayah Kecamatan Cileunyi, truk-truk yang telah terisi sampah kini tersimpan dan berjejer di lahan garasi DLH yang berlokasi di Citaliktik, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung.

Adapun dampak yang dikhawatirkan, Kabupaten Bandung berpotensi dilanda darurat lautan sampah, jika penarikan tak juga ada kejelasan.

Baca Juga:Minibus Tertabrak KRL di Cibinong Bogor, Sang Sopir SelamatPj Gubernur Jabar: Realisasi Pendapatan Daerah 2023 Capai Rp 34,77 Triliun

“Saat ini juga truk-truk yang telah terisi sampah dan belum sempat dibuang ke TPAS Sarimukti tersimpah dan berjejer di garasi DLH Kabupaten Bandung,” tukas Ajat.

Sementara itu, DLH Kabupaten Bandung melalui Kepala UPT Kebersihan wilayah Timur, Rana Sutrisna ketika dikonfirmasi terkait habisnya kuota ritase, belum memberikan merespon atau keterangan. (Bas)

0 Komentar