oleh

Vaksin Sinovac Disebut Tak Manjur jika 1 Suntikan, Tiongkok Tersinggung

“Namun ke depan, jika perlu melakukan perbaikan, kami dapat melakukan penyesuaian berdasarkan karakteristik virus Korona jenis baru dan situasi vaksinasi,” jelasnya.

Menurutnya, jika mengikuti cara tradisional mengembangkan vaksin, tidak akan memiliki vaksin dalam setahun. Tetapi para ilmuwan di seluruh dunia mengembangkan vaksin Covid-19 dalam beberapa bulan, yang merupakan pertama kalinya dalam sejarah dunia.

“Ada banyak pertanyaan ilmiah yang perlu dijawab,” kata Gao.

Persyaratan WHO untuk kemanjuran vaksin Covid-19 adalah 50 persen atau lebih. Dan, ambang batas kualifikasi untuk sebagian besar vaksin di dunia untuk dipasarkan adalah sekitar 70 persen atau lebih. Tiongkok mengklaim telah menerbitkan pedoman edisi pertama tentang vaksinasi Covid-19.

Baca Juga:  Email Bocor! Ahli Virus Tiongkok Sebut Covid-19 Ternyata Senjata Biologis

“Ini adalah pendekatan terbaik saat ini,” kata Gao.

Gao mengimbau orang untuk mendapatkan suntikan karena manfaat vaksinasi jauh lebih besar daripada risikonya. “Vaksin harus digunakan secara adil dan dunia harus berbagi vaksin. Jika dunia tidak berbagi vaksin, virus akan menyebar ke dunia,” katanya.

Sebelumnya, mengutip laporan hasil studi yang baru-baru ini dirilis oleh University of Cile, AFP melaporkan bahwa CoronaVac efektif 56,5 persen dalam melindungi penerima dua minggu setelah dosis kedua, dan 27,7 persen efektif dalam dua minggu pertama. Tetapi untuk dosis tunggal, kemanjuran dalam 28 hari antara dosis pertama dan kedua hanya 3 persen. Hasil penelitian tersebut telah digunakan oleh beberapa media asing dalam tajuk berita yang mengkhawatirkan yang mengatakan bahwa satu suntikan vaksin tidak memberikan perlindungan. (jawapos.com)

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

Baca Juga