oleh

Gelap Nyawang Nusantara Soroti Polemik Wisata Kampung Buricak Burinong di Sumedang

SUMEDANG – Sejumlah warga Desa Paku Alam, Kecamatan Darmaraja, Kabupaten Sumedang menggeruduk lokasi Wisata Kampung Buricak Burinong di Dusun Karamat, Desa Cigintung, Kecamatan Cisitu, Kabupaten Sumedang pada Minggu (4/4) kemarin.

Hal itu dikarenakan penjualan tiket yang diduga diinisiasi BUMD Kampung Makmur yang tidak pernah disosialisasikan dengan pihak desa setempat.

Berdasarkan informasi dari warga, tiket masuk Wisata Kampung Buricak Burinong diberi tarif sebesar Rp 20 ribu rupiah.

Besaran harga tiket masuk itu dinilai sangat memberatkan bagi semua pihak, baik pengunjung, pedagang maupun warga Paku Alam sendiri.

Terkait hal tersebut, kini polemik BUMD PT Kampung Makmur semakin mencuat dan terjadi di sejumlah lokasi wisata yang ada di Waduk Jatigede, terutama di wilayah Desa Paku Alam.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sumedang dari Fraksi Partai Gerindra, Titus Diah mengatakan, bahwa dengan adanya pemberlakuan tiketing satu pintu di Kramat, itu sangat disayangkan.

“Menurut informasi dari warga maupun dari kepala Desa Paku Alam ternyata bukan hasil musyawarah yang disepakati, apalagi di dalam tiketnya ada bahasa retribusi pelayanan keamanan serta masalah pungutan persentase kuliner kios yang berada d lokasi wisata Cisema atau Buricak Burinong,” ucap Titus saat dihubungi melalui panggilan telpon pada Senin (5/4).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga