Pemberian Makanan Bayi dan Anak (PMBA) Untuk Penanganan Stunting di Kota Bandung

Pemberian Makanan Bayi dan Anak (PMBA) Untuk Penanganan Stunting di Kota Bandung
Tangkapan layar Direktur Gizi Masyarakat Kementrian Kesehatan Dr. Dhian Dipo saat menjadi narasumber di Webinar yang bertajuk ‘Optimalkan Praktik Pemberian Makan Bayi dan Anak untuk Bandung Bebas Stunting’, Selasa (23/3)
0 Komentar

BANDUNG – Helen Keller International Indonesia dengan Dinkes Kota Bandung, TP PKK Kota Bandung, Forum Bandung Sehat (FBS), Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Jawa Barat dan Meds-On menyelenggarakan Webinar dengan tema ‘Optimalkan Praktik Pemberian Makan Bayi dan Anak untuk Bandung Bebas Stunting’, Selasa (23/3).

Dalam Webinar tersebut, Direktur Gizi Masyarakat Kementerian Kesehatan Dr. Dhian Dipo menyatakan, tanpa tindakan yang cukup dan tepat waktu, dampak Covid-19 akan membuat jumlah anak wasting dan stunting diprediksi meningkat sebanyak 15 persen atau 7 juta anak di seluruh dunia pada setahun pertama Covid-19.

“Penguatan dukungan PMBA di komunitas sebagai upaya mencapai keberhasilan eksklusif dan pemberian MPASI sesuai rekomendasi. Upaya dukungan praktik PMBA di Masa Pandemi dilakukan dengan cara menyebar luaskan informasi melalui KIE (Komunikasi, Informasi, dan Edukasi) 1.000 HPK (Hari Pertama Kehidupan),” ujarnya.

Baca Juga:Vaksinasi Tahap Dua bagi ASN Pemkab Sumedang Berjalan Lancar dan AmanCatherine Wilson Blak-blakan Lebih Suka di Atas: Lebih Enak

“Selain itu memodifikasi kapasitas petugas kesehatan dan masyarakat secara luring dan daring serta menjalankan program perbaikan gizi dengan tetap menjalankan protokol kesehatan,” tambahnya dalam webinar yang bertema ‘Optimalkan Praktik Pemberian Makan Bayi dan Anak untuk Bandung Bebas Stunting (23/3).

Ketua Forum Bandung Sehat yang juga merupakan Ketua PKK Kota Bandung, Siti Muntamah mengatakan PKK Kota Bandung terus melakukan upaya untuk menurunkan angka stunting di Kota Bandung melalui program Bandung Tanginas (Tanggap Stunting dengan Pangan Aman dan Sehat). Program ini waktu pelaksanaanya selama satu tahun dari 08 September 2020 – 07 September 2021 dengan sasaran program 17.476 kader posyandu dan 1.998 jumlah posyandu.

“Tujuan dari program ini adalah untuk mensosialisasikan bahaya stunting, memberikan asupan pangan sehat untuk ibu hamil, ibu menyusui, Baduta dan Balita, meningkatkan kapasitas kader posyandu seperti pelayanan dasar kesehatan bagi ibu hamil dan anak,” ucapnya.

“Selain itu program ini juga untuk mensukseskan rumah pangan mandiri berbasis keluarga seperti lingkungan dalam buruan SAE dan memberikan pelatihan bagi keluarga stunting sebagai upaya kemandirian penambahan pendapatan keluarga,” tambahnya.

Langkah praktis yang dilakukan PKK Kota Bandung dalam melucurkan Bandung Tanginas yaitu menyiapkan kader posyandu supaya terampil dalam penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan, memberikan edukasi kesehatan dan gizi bagi keluarga mengenai ASI, menyusui, MPASI, mengolah makanan sehat dalam program Bandung SAE (Sadayana ASI Eksklusi).

0 Komentar