Langka, Mutasi Virus Corona Kini Ditemukan Pada Bayi dalam Kandungan

Langka, Mutasi Virus Corona Kini Ditemukan Pada Bayi dalam Kandungan
Ilustrasi Wanita dan Masa Kehamilan
0 Komentar

“Kami juga menemukan protein virus Korona di semua area yang rusak akibat peradangan,” jelasnya.

Kabar baiknya, sang ibu sembuh dengan cepat dari infeksi Covid-19 dan dipulangkan empat hari setelah melahirkan, tetapi bayinya membutuhkan perawatan neonatal sejak lahir prematur (minggu ke-34 kehamilan). Bayi tersebut mengembangkan antibodi untuk melawan virus dan tidak memiliki gejala yang parah setelah melahirkan. Oleh karena itu, sistem kekebalan bayi sendirilah yang menetralkan virus.

“Karena kami tidak menemukan antibodi apa pun dalam ASI ibu,” ungkap peneliti.

Baca Juga:Perbedaan Jenis Sesak Nafas Karena Asma dan COVIDPKS Menyayangkan Ma’ruf Amin yang Tidak Dilibatkan dalam Penyusunan Perpres Miras

Studi itu baru saja diterbitkan di The British Journal of Obstetrics and Gynecology. Adalah satu di antara segelintir makalah ilmiah yang menyelidiki penularan virus Korona melalui plasenta.

Dalam kasus yang jarang terjadi, virus Korona dapat merusak plasenta yang menyebabkan kekurangan oksigen pada bayi yang belum lahir. Bahkan, jika sang ibu memiliki kasus Covid-19 ringan pada akhir kehamilan.

“Temuan kami menunjukkan bahwa mungkin kami harus memikirkan kembali bagaimana kami memantau ibu hamil yang mengidap Covid-19, dan mereka harus dianggap sebagai kelompok risiko yang lebih penting daripada yang kita lakukan saat ini,” tutup pernyataan itu.(jawapos)

0 Komentar