oleh

Sejumlah PKL Lembang Keluhkan Kebijakan Pemerintah yang Batasi Waktu Cari Nafkah

LEMBANG – Belasan Pedagang Kaki Lima (PKL) di sekitaran Jalan Raya Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengeluhkan aturan jam operasional selama pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro.

Selama PPKM mikro, pedagang hanya diberi waktu berjualan mulai pukul 16.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB. Apalagi saat ini pelaksanaan PPKM mikro diperpanjang hingga 8 Maret.

Seperti yang dikeluhkan oleh Entin (72) pedagang ayam goreng di kawasan Jl. Raya Lembang itu mengaku selain jam operasional hal yang juga merugikan para pedagang yakni kewajiban bongkar pasang tenda jualan setiap malam.

“Kata petugas mau dibongkar atau enggak itu enggak apa-apa. Tapi risikonya kalau terjaring Satpol PP gerobak serta tenda disita dan enggak bisa dibawa pulang lagi, sedangkan itu kan alat kita buat cari nafkah,” ungkap Entin saat ditemui, Selasa (23/2).

Dengan sangat terpaksa Entin dibantu keluarganya membongkar pasang tenda warung makan yang didirikan di depan Kantor Pos Lembang itu setiap malam. Entin mulai mendorong gerobak dari pukul 15.00 WIB kemudian langsung memasang tenda serta menata dagangan dan baru beres sekitar jam 17.00 WIB.

“Terpaksa, sekarang paling dapat Rp 100 ribu. Apalagi harus bongkar pasang, pendapatan pasti turun lagi karena waktu berdagang habis sama menata dagangan, uangnya diputer buat modal lagi, lalu buat makan dari mana. Mau nangis rasanya,” ujarnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga