Apalagi penerimaan guru sebagai ASN tidak konsisten tiap tahun. “Kami berharap tidak ada kompromi lagi. Urusan pendidikan harus diurus dan dipimpin para praktisi pendidikan yang ahli dan profesional di bidang pendidikan,” tegasnya.
Rizki mengungkapkan, ini agar Mendikbud merasakan atau memiliki pengalaman sebagai guru. Dengan begitu bisa mengetahui betapa beratnya menjadi guru honorer karena selalu mendapatkan berbagai perlakuan diskriminatif. Belum lagi lemahnya bentuk perlindungan terhadap guru honorer. (esy/jpnn)
