oleh

The Great Asia Afrika Menjadi Tempat Wisata Pertama yang Memakai Eco Enzyme

BANDUNG – Eco Enzyme merupakan hasil dari fermentasi sampah atau ampas buah dan sayuran yang dicampur dengan gula dan air. Warna cairan yang dihasilkan dari fermentasi yaitu warna coklat dan memiliki aroma asam serta manis yang sangat kuat.

Dr. Rosukon Poomvanvong pendiri Asosiasi Pertanian Organik Thailand yang memperkenalkan istilah eco enzyme. Cairan ini sering digunakan sebagai cairan pembersih serbaguna, pupuk tanaman, pengusir hama serta mensterilkan udara.

Baca Juga:  Optimalisasi Pemungutan Pajak, Pemkot Cimahi Gandeng DJP dan DJPK, Begini Bentuk Kerja Samanya

The Great Asia Afrika menjadi tempat wisata yang pertama kali memakai eco enzyme sebagai penjernih udara, pestisida organik, penjernih air dan handsanitizer untuk digunakan di dalam kawasan wisata.

“Tempat wisata baru kita aja nih yang menggunakan eco enzyme. Nah karyawan kita, petugas-petugas kita selalu keliling membawa eco enzyme untuk disemprot, ada hand sanitizernya juga yang kita simpan di setiap sudut, terus kita ada juga cairan pake kipas angin yang diputer di situ,” ucap Intania Setiati Public Relation PT. Perisai Group.

Baca Juga:  Serius Turunkan Emisi, PLN Group Raih 4 Penghargaan Emisi Korporasi 2021

“Setiap hari selalu disemprot eco enzyme karena tempat wisata rata-rata mereka wisata selfie. Pada saat foto suka lupa kan buka masker, kuliner suka buka masker, kadang suka lupa untuk dipake lagi. Nah makanya kita sih semaksimal mungkin sudah mengupayakan untuk tetep bisa wisatanya aman,” tambahnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga