oleh

Cegah Klaster Siswa, Disdik Wajib Tunda Sekolah Tatap Muka

BANDUNG – Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat (Jabar) meminta Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar untuk menunda wacana Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka tahun ajaran 2020/2021.

Anggota Komisi V DPRD Jabar, Hilal Hilmawan mengatakan, pelaksanaan pembelajaran tatap muka di seluruh Jawa Barat sebaiknya ditunda, hal itu dikarenakan kasus korona terus melonjak.

“Karena saat ini masih pandemi Covid-19, saya kira kegiatan belajar mengajar di seluruh kota/kabupaten di Jabar harus ditunda terlebih dahulu,” kata Hilal di Bandung, Jumat (7/1).

Politisi Partai Golkar ini menjelaskan, seharusnya pemerintah saat ini lebih memperhatikan kesehatan seluruh masyarakat di tengan pandemi.

“Maka memastikan kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga, dan masyarakat sebagai prioritas utama,” ucapnya.

Apalagi, kata dia, saat ini angka positif Covid-19 khusus di Jabar belum mengalami penurunan yang signifikan. Dikhawatirkan akan memperbanyak penyebaran kasus.

“Selain itu juga memperhatikan tumbuh kembang peserta didik dan kondisi psikososial seluruh insan pendidikan,” katanya.

Sementara itu, Kadisdik Jabar Dedi Supandi mengatakan, pembelajaran tatap muka di awal tahun 2021 yang dicanangkan Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat (Jabar) menuai polemik. Dari 4.996 sekolah SMA, SMK dan SLB Negeri hingga Swasta yang siap melakukan pembelajaran tatap muka hanya 1.743. Sisanya melanjutkan daring.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.