oleh

Dirut PT Dania Pratama Internasional Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap Izin Rumah Sakit di Cimahi

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan terhadap Direktur Utama PT Dania Pratama Internasional Akhmad Syaikhu pada Jumat (8/1), dilansir dari jpnn.com.

Dia diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap perizinan proyek pembangunan Rumah Sakit Kasih Bunda tahun anggaran 2018-2020 yang menjerat Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna (AJM).

“Diperiksa kasus tindak pidana korupsi suap dalam perizinan di Kota Cimahi Tahun Anggaran 2018-2020 untuk tersangka AJM,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangan yang diterima, Jumat (8/1).

Baca Juga:  Ada Dua Opsi Jika Revitalisasi Stadion Sangkuriang Belum Terlaksana, Apa Saja?

Selain Syaikhu, KPK juga mengagendakan pemeriksaan terhadap dua saksi lainnya. Mereka ialah Direktur PT Bandung Pakar Purnawan Suriadi dan seorang mahasiswa Bilal Insan Muhammad. Keduanya diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Ajay.

Dalam kasus ini, KPK menduga Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna telah menerima suap senilai Rp 1,661 miliar terkait pembangunan rumah sakit tersebut. Adapun commitment fee yang bakal diterima Ajay dari proyek tersebut senilai Rp 3,2 miliar.

Baca Juga:  Covid-19 Masih Mengancam, Ngatiyana Beri Pesan Khusus untuk Warga Cimahi

Selain Ajay, KPK juga telah menetapkan Komisaris RSU Kasih Bunda Hutama Yonathan (HY) sebagai tersangka. Pemberian suap dilakukan sejak 6 Mei 2020, sedangkan pemberian terakhir dilakukan pada 27 November 2020 sebesar Rp 425 juta.

Baca Juga


Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga