81,7% Masyarakat Indonesia Menyatakan Siap Divaksin, Presiden Jokowi Orang Pertama

81,7% Masyarakat Indonesia Menyatakan Siap Divaksin, Presiden Jokowi Orang Pertama
Presiden Jokowi memutuskan Ujian Nasional (UN) 2020 ditiadakan sebagai respons penanganan wabah virus Korona (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
0 Komentar

“Kami juga ingin mengklarifikasi terkait beberapa pemberitaan bahwa dibutuhkan waktu 3,5 tahun untuk merampungkan vaksin di Indonesia. Kami sampaikan adapun yang disampaikan Pak Menteri dengan waktu 3,5 tahun adalah proyeksi penyelesaian vaksinasi di seluruh dunia. Sementara di Indonesia kita menyelesaikan vaksinasi COVID-19 ini dalam kurun waktu 15 bulan,” katanya.

Dilanjutkannya, pelaksanaan vaksinasi selama 15 bulan akan berlangsung selama dua tahap. Untuk tahap pertama mulai Januari hingga April 2021. Pada tahap ini target utamanya adalah 1,3 juta tenaga kesehatan serta 17,4 juta petugas publik yang ada di 34 provinsi.

Kemudian periode kedua yang berlangsung dari April 2021 hingga Maret 2022, yang akan menjangkau jumlah masyarakat dari sisa periode pertama.

Baca Juga:Selama 10 Bulan Covid-19, 504 Tenaga Kesehatan GugurPertemuan Tatap Muka atau Pembelajaran Jarak Jauh

Untuk memenuhi target vaksinasi, Kemenkes akan memberdayakan seluruh kemampuannya. Dikatakannya, sebanyak 13 ribu puskesmas, 2500 rumah sakit, dan juga kantor kesehatan pelabuhan (KKP) yang ada di seluruh Indonesia akan dikerahkan.

“Pemerintah telah menyiapkan sebanyak 30 ribu vaksinator yang siap memberikan vaksin kepada 181,5 juta penduduk Indonesia. Sedangkan untuk kebutuhan produk vaksin, pemerintah Indonesia telah menandatangani kesepakatan dari produsen vaksin Sinovac, Novavac dan AstraZeneca,” katanya.

Meski program vaksinasi tak lama lagi, namun Nadia mengingatkan agar masyarakat tetap melaksanakan protokol kesehatan 3M.

“Karena perjalanan kita masih panjang untuk bisa keluar dari pandemi COVID-19 ini. Vaksin bersama dan penerapan disiplin 3 M dan memperkuat 3 T yang merupakan upaya lengkap dalam menekan COVID-19 secara efektif,” kata dia.

Agar pelaksanaan vaksinasi tepat waktu, Juru Bicara Vaksin COVID-19 Biofarma Bambang Herianto menyebut pihaknya telah mendistribusikan tiga juta dosis vaksin COVID-19 buatan Sinovac ke 34 provinsi di Indonesia mulai Minggu (3/1).

“Mulai hari ini vaksin akan kita distribusikan ke 34 provinsi, sudah kami siapkan fasilitas layanan kesehatannya didukung 10 ribu lebih puskesmas, KKP, rumah sakit dan semua sudah disiapkan rantai dinginnya untuk terima vaksin ini,” katanya.

Diterangkannya, proses distribusi vaksin tidak hanya dilakukan oleh Biofarma melainkan melibatkan banyak pihak termasuk provinsi, kabupaten-kota dan puskesmas.

Baca Juga:Dinsos Kab. Bandung Enggan Beberkan DTKS untuk Penerima JKN-KIS yang Ditanggung APBDBlanko E-KTP Tersedia di Setiap Kecamatan, Warga Tidak Perlu Datang ke Disdukcapil Kab. Bandung

Dia memastikan tiap sarana prasarana rantai dingin yang disiapkan telah memenuhi standar spesifikasi vaksin yaitu pada rentang suhu 2 sampai dengan 8 derajat Celcius. Agar kualitas dan mutu vaksin yang diterima masyarakat tetap terjamin.

0 Komentar