“Untuk warga Kota Bandung tidak usah khawatir, pulang bekerja dan tempat tinggal di Bandung bisa menunjukkan identitas kepada petugas yang bertugas akan diberikan akses,” katanya.
Rano mengutarakan, pengamanan akan melibatkan tim gabungan terdiri dari TNI, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Perhubungan (Dishub). Menurutnya, jumlah personel Satlantas yang diterjunkan sebanyak 300 personel.
Lebih lanjut Rano mengatkan, pengamanan libur Nataru akan dilakukan sejak 21 Desember hingga 4 Januari 2021. Menurutnya, pihaknya akan mengamankan destinasi wisata dan jalur menuju tempat wisata. Apabila, terdapat peningkatan kendaraan maka akan dilakukan rekayasa lalu lintas.
Baca Juga:Persib U-15 Latihan Virtual dengan Shohei MatsunagaLanjutan Kompetisi Kian tak Jelas, Manajemen Persib Sulit Tentukan Langkah
“Pusat Kota Bandung jadi sasaran (perayaan) seperti Alun-Alun, Gasibu, Tegalega dan flyover. Kita akan tempatkan petugas di flyover,” tuturnya.
Dikatakan Rano, bagi masyarakat yang menggunakan kendaraan pribadi tidak memiliki tujuan merayakan tahun baru maka diperkenankan masuk ke Kota Bandung. Ia berharap masyarakat tidak merayakan tahun baru di masa pandemi Covid-19.
Adapun beberapa upaya yang dilakukan, kata Rani, bertujuan untuk mengurangi mobilitas keramaian yang ada di Kota Bandung.
“Minimal dengan ada penyekatan kita imbau masyarakat tidak usah merayakan tahun baru dengan tujuan kerumunan berkurang, di rumah saja,” pungkasnya.
Sebagaimana diketahui, sebelumnya Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung telah membuat surat edaran pelarangan perayaan pergantian tahun baru untuk menekan angka penyebaran covid-19. Terlebih, level kewaspadaan penyebaran covid-19 di Kota Bandung saat ini masih berada pada zona merah atau risiko tinggi.
Wali Kota Bandung Oded M. Danial secara resmi melarang adanya perayaan pergantian tahun. Larangan ini termaktub dalam Surat Edaran Nomor 003/SE.147-DISBUDPAR yang ditandantanganinya pada 15 Desember 2020. (mg3/ziz)
