Jangan Tergesa Buka Sekolah! DPRD: Pak Walkot, Kota Bekasi Masih Zona Merah

Jangan Tergesa Buka Sekolah! DPRD: Pak Walkot, Kota Bekasi Masih Zona Merah
ILUSTRASI
0 Komentar

BEKASI – DPRD Kota Bekasi meminta Wali Kota Bekasi, Rahmat Ef­fendi tak terburu-buru membuka lagi sekolah atau kegiatan belajar men­gajar tatap muka. Apalagi saat ini Kota Bekasi ma­sih berstatus zona merah penye­baran virus covid-19 di Jawa Barat—jangan sampai tiba-tiba muncul klaster sekolahan dan siswa menjadi korban.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi Fraksi PDIP Heri Purnomo menyatakan perlu dilakukan sejum­lah kajian sebelum me­mutuskan untuk kembali membuka kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka.

Hal itu dikatakan Heri un­tuk menanggapi pernyataan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi yang menilai pem­belajaran tatap muka bisa kembali dilakukan seiring melandainya kasus Cov­id-19 di Kota Bekasi.

Baca Juga:Berbasis Online, Sidang Cerai Jadi PraktisHanya Dalam 2 Bulan, Sumedang Kebanjiran Seribu Janda Baru

“Memang penanganan kota Bekasi ini sangat baik oleh pemerintah Kota Beka­si, karena dari segala infra­struktur sudah siap dan kota Bekasi jadi salah satu yang terbaik di kota Jawa barat dalam penanganan Cov­id-19. Tapi tetap juga semua itu perlu kehati-hatian jan­gan terlalu terburu buru,” ujar Heri saat dikonfirmasi, Selasa (10/11).

Terlebih lagi, Kota Beka­si kembali dilabeli seb­agai zona merah sehingga wacana kembali meng­gelar KBM secara tatap muka perlu diputuskan dengan cermat.

“Kalau menurut saya, mengacu pada data yang dikeluarkan oleh satgas Co­vid bahwa ada tiga daerah di Jawa barat masih dibilang zona merah. Saya berharap ini sampai clear dulu, sam­pai situasinya sesuai kepu­tusan menteri pendidikan dan kebudayaan. Jadi tetap berkoordinasi dengan pusat dan Jawa Barat,” ungkapnya.

Sebelumnya diketahui, Wali Kota Bekasi Rahmat Ef­fendi menyebut, tingkat ke­sembuhan pasien Covid-19 di wilayahnya mencapai 93 persen. Dengan angka tersebut, dia meyakini kalau pembelajaran tatap muka dapat dilaksanakan apabila trennya terus menurun.

“Dari 2,4 juta (penduduk) terus yang kena 7.000-an artinya cuma 0,03 pers­en. Tapi dari 0,03 persen yang kena itu, 93 persen sembuh. Kalau menurut bapak mah sekolah juga udah bisa dilakukan,” tutur Pepen, sapaan akrabnya, Senin (9/11).

Politisi Partai Golkar ini mengatakan, pembukaan sekolah menjadi penting untuk dilakukan. Sebab, menurut dia, metode belajar jarak jauh yang dijalankan para pelajar beberapa bulan ini semakin tak efektif.

0 Komentar