Apalagi Covid ini harus ditangani secara cepat dan darurat. Tapi dokter Purwati masih ”bersembunyi”. Sampailah akhirnya Minggu malam lalu. Ketika Thamrin Anwar mengirim WA ke saya. Yang isinya ”menggugat” saya yang belum mau menulis soal penemuan Unair itu.
Thamrin tidak asal ”gugat”. Ayah dan ibu manajernya itu sudah lima hari di rumah sakit Bekasi. Keadaannya kian parah. Maka ketika Thamrin lagi menjalani stem cell, ia minta obat cocktail Unair ke dokter Purwati. “Dalam dua hari langsung sembuh,” ujar Thamrin. “Ini obat ajaib sekali. Harus ditulis,” tambahnya.
Saya pun membalas WA-nya. “Mengapa Pak Thamrin tidak memberi Lian Hua saja ke orang itu?” tanya saya. Saya tahu Thamrin punya simpanan obat Tiongkok Lian Hua banyak sekali. Untuk jaga-jaga kalau suatu saat terkena Covid-19.
Baca Juga:Neymar Bakal Perpanjang Kontrak di PSG?Inter Kembali Gagal Menang di Liga Champions, Begini Respon Conte
Ia sudah mendatangkan Lian Hua ketika Covid baru saja masuk Indonesia. Saat itu juga saya dikirimi 2 boks Lian Hua. Agar saya simpan. Untuk jaga-jaga juga. Sampai sekarang Lian Hua itu masih tersimpan rapi di rumah saya.
Rupanya Thamrin belajar dari perjalanan Covid selama delapan bulan terakhir. Terutama dari orang-orang yang telah menggunakan Lian Hua. “Lian Hua memang bisa meredakan. Tapi tidak bisa membunuh virus corona ini,” ujar Thamrin.
Sejak awal saya juga punya kesimpulan seperti itu. Lian Hua adalah herbal. Mana ada herbal bisa membunuh virus. Begitulah hukum dasarnya. “Saya sungguh percaya obat dari dokter Pur ini,” ujar Thamrin. “Ini obat ajaib,” tambahnya.
Saya pun menghubungi orang yang sakit itu. Ayah dari si manajer itu. Namanya: Djoko Wahyudi. Umur 56 tahun. Tinggal di Bekasi. Ketika saya telepon, Wahyudi tidak habis-habisnya mengatakan rasa syukur dan terima kasihnya pada obat itu.
Saya tanya apa pun, jawabnya terima kasih itu. Saking senangnya. Sekarang ia merasa sudah sehat sekali. Demikian juga istrinya, Dina Yanti –4 tahun lebih muda. Tiap pagi mereka jalan kaki –berolah raga.
Mereka memang tinggal berdua di rumahnya itu. Empat anaknya sudah berkeluarga semua –salah satunya menjadi manajer di perusahaan Thamrin Anwar. Wahyudi merasa dirinyalah yang terkena Covid dulu. Baru kemudian menular ke istri. “Mungkin saya terkenanya di pasar,” ujar Wahyudi menduga.
