oleh

Pemprov Jabar Harus Berani Berikan Target Kepada BUMD, Jika Meleset Direksi Wajib Dicopot

BANDUNG – Pengamat ekonomi dari Universitas Pasudan (Unpas) Bandung, Acuviarta Kartabi menilai kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jawa Barat (Jabar) sudah terlihat ada perbaikan pada 2019 lalu.

Meski tidak semua BUMD, PT Agronesia dinilai sudah ada perbaikan kinerja. Walaupun masih jauh dari harapan. Ter;ebih, sudah puluhan  perusahaan  itu tidak memberikan deviden

’’Jadi terhitung sejak beberapa tahun kebelakang BUMD PT Jaswita dan Jasa Sarana juga pada tahun lalu tidak memberikan dividen pada pemerintah,’’kata Acuviarta kepada Jabar Ekspres, (23/10).

Baca Juga:  3 Keuntungan Memiliki Kekasih Introvert

Kendati begitu, dia mengakui, ada beberapa BUMD yang memberikan kontribusi. Tapi itu pun tidak sebanding dengan penyertaan modal pemerintah yang lebih besar.

Acuviarta berpendapat, kinerja BUMD yang belum memberikan deviden. Perlu ada  evaluasi. Yaittu, kinerja dari sisi keungan dan dari sisi managent (Sumber Daya Manusia).

Jika ditinjau dari sisi keuangan, bank bjb memiliki kontribusi relatif baik hanya bank bjb saja. Sedangkan PT Jamkrida Jabar masih terbatas.

Baca Juga:  Tanggapi Soal Larangan Mudik, Kemenkes: Tidak Perlu Sedih!

Sedangkan dari sisi management,  mantan-mantan Direksi BUMD banyak bermasalah. Sebab, penepatan orang-orang di BUMD dekat kepentingan politik. Terutama terkait kepentingan pemerintah.

Meskipun rekrutmen Komisaris dan Direksi melalui Open Bidding, ungkap dia, tapi akhir-akhirnya hanya orang yang dekat dengan lingkaran keuasaan saja.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga