Banyak BUMD Pemprov Rugi dan Terlilit Hutang, Kalangan Dewan Sepakat Jangan Disuntik Modal Lagi

BANDUNG – Permasalahan di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Jawa Barat (Jabar) sampai saat ini belum menemukan titik terang. Bahkan, di masa pandemi banyak merugi, hingga terlilit hutang.

Padahal, hadirnya BUMD sebagai salah satu sumber penerimaan daerah (PAD). Namun, pada kenyataannya bahwa selama ini belum mampu memberikan kontribusi yang signifikan terhadap PAD.

Pada rapat Paripurna pengesahan Anggaran Pendapatan dan Pembelanjaan Daerah (APBD) akhir 2019 lalu. Kalangan Wakil Rakyat tidak menyetujui pembiayaan APBD terhadap BUMD. Kecuali bank bjb dengan suntikan dana Rp 100 Milliar.

Alasannya, lebih banyak suntikan dana dari pemerintah daripada keuntungan yang di dapat. Ibarat kata–besar pasak daripada tiang.

Alhasil, kondisi tersebut menjadi beban bagi APBD. Sehingga apa yang menjadi tujuan berdirinya BUMD adalah sebagai salah satu sumber pendapatan pemerintah daerah tidak tercapai.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat (Jabar), Sugianto Nanggolah, menilai permasalahan BUMD sangat klasik. Ditambah adanya pandemi covid-19.

“Tadi kita mempermaslahakan. Kita sekarang ini cenderung merugi. Padahal kita tidak ingin  ini selalu merugi,” ucap Sugianto di Bandung, Rabu (21/10).

Disinggung mengenai kinerja, politis Demokrat itu menilai seluruh BUMD Jabar tidak menunjukan tren yang bagus. Kecuali bank bjb dan Migas Hulu Jabar yang terlihat bagus kinerjanya.

“Diluar itu tidak ada yang menghasilkan. Bahkan sekarang ini ada BUMD yang terlilit dengan hutang,” katanya.

Kendati demikian, saat melakukan rapat kerja dengan mitra komisi III, dirinya meminta Kepala Biro BUMD Jabar, I Gusti Agung Kim Fajar Wiyati Oka harus mampu menggelola BUMD tersebut.

“Kalau ibu tak mampu maka ibu silahkan men-hayer keluar dari pekerjaan ini. Sebab, BUMD yang tidak memberikan kontribusi itu banyak, salahsatuya PDAP dan Agro Jabar,” tegasnya.

Komisi III berencana akan membentuk pansus dalam waktu dekat ini. Guna meningkatkan pendapatan daerah.

“Makannya kita tadi bahas. Dalam waktu dekat ini, setalah mendapat surat dari Pimpinan Dewan untuk melakukan investigasi kepada BUMD sekarang ini,” terangnya.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan