oleh

Pemkab Bangun Strategi Pulihkan Ekonomi Masyarakat

NGAMPRAH – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat mengambil langkah cepat di tengah wabah virus korona agar program standar pelayanan minimal (SPM) kepada masyarakat berjalan optimal. Salah satunya mengharuskan revisi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2018-2023 di bawah kepemimpinan Bupati Aa Umbara dan wakilnya Hengki Kurniawan.

Perubahan RPJMD KBB 2018-2023 tersebut telah selaras dengan Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 dan RPJMD Provinsi Jawa Barat yang mengharuskan menampung aspirasi dari bawah dalam mewujudkan masyarakat yang sejahtera di tengah serangan wabah virus korona yang tak kunjung henti hingga saat ini.

Baca Juga:  Perjalanan Sosok RA. Kartini dalam Uang Rupiah

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) KBB, Asep Wahyu FS mengungkapkan, fokus pemerintah saat ini yakni melakukan recovery ekonomi masyarakat pasca wabah korona yang melahirkan jumlah warga miskin baru (misbar).

“Saat ini kita fokus pada recovery ekonomi, karena kita ketahui banyak miskin baru akibat wabah ini. Kita juga masih menunggu hasil statistik soal pertumbuhan ekonomi, apakah minus 1 atau 2 persen, ekonomi akan kita genjot terus,” kata Asep, Senin (12/10).

Baca Juga:  Terinspirasi Sang Anak yang Suka Dandan, Ayah Ini Sukses Kembangkan Online Shop Kecantikan

Secara teknis, ujar Asep, RPJMD ini sangat layak utuk direvisi dengan menggelar kembali dari awal kegiatan Musyawaran Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) melalui uji publik dengan menjaring aspirasi yang belum tertampung di tengah wabah ini.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga