Ali menegaskan, kebijakan afirmatif bagi keberlangsungan industri media mutlak diperlukan disaat ini. Dimasa gempuran informasi yang bertubi-tubi menurutnya hanya kerja jurnalistik yang bisa menjadi harapan dari masyarakat informasi yang sehat.
“Industri pers itu dalam pengeluarannya sama dengan industri lain. Dia butuh belanja mulai dari energi yang dipakai, kertas, biaya kantor dan Gudang, sampai biaya riset dan inovasi,’’ujarnya.
Akan tetapi, pada kenyataannya industri media tidak bisa bekerja serta merta hanya untuk mencari untung seperti industri komersil lainnya.
Baca Juga:Temui Kang Emil, Keluarga Inggit Sepakat Serahkan DokumenMantan Pejabat Desa Cikalong KBB Embat Tanah Carik 15 Hektar dengan Menjualnya ke Perorangan
’’Dari situlah panggilan tanggung jawab pemerintah karena pers merupakan bagian dari pilar demokrasi,” ungkapnya. (yan)
