Mr Sutarman Diperiksa polisi Sebagai Saksi

Mr Sutarman Diperiksa polisi Sebagai Saksi
Jalani Pemeriksaan : Ketua Paguyuban Tunggal Rahayu Sutarman alias Cakraningrat saat menjalani pemeriksaan di ruang Satuan Reserse Polres Garut, dirinya diperiksa terkait dugaan penipuaan dan juga paguyuban yang saat ini sedang ramai menjadi perbincangan masyarakat.
0 Komentar

Iming-iming tersebut, jelas Maradona, dilakukan oleh pemimpin Paguyuban Tunggal Rahayu, Sutarman. Pemimpin itu pun diketahui melakukan ajakan dengan harus membayar uang pendaftaran saat masuk menjadi anggota paguyuban dengan jumlah berbeda-beda. ”Nominalnya dari Rp 100 ribu sampai Rp 600 ribu,” jelasnya.

Fakta itu sendiri, ungkapnya, muncul dari empat mantan anggota paguyuban yang diperiksa oleh pihaknya. Mereka mengaku mengeluarkan uang saat mendaftar dan dijanjikan sesuatu. Namun ditengah perjalanan, mereka tidak mendapatkan janji itu dan merasa ada kejanggalan sehingga keluar dari anggota paguyuban.

“Atas fakta tersebut, kami temukan unsur penipuan sebagaimana pasal 378 dan 379 KUHP tentang penipuan dan penipuan sebagai mata pencaharian. Namun kami belum menetapkan Sutarman ini sebagai tersangka. Kami masih akan memeriksa saksi-saksi lainnya,” ungkapnya.

Baca Juga:Program Guru Keliling di 5 Kecamatan Ciamis DihentikanKPU Kabupat­en Sukabumi Verifikasi Keabsahan Ijazah Bapaslon

Terkait hal lainnya, yaitu lambang negara, mata uang, dan titel gelar, pihaknya mengaku masih melakukan pendalaman. Untuk menemukan unsur pidananya, Maradona menyebut bahwa pihaknya membutuhkan keterangan dari ahli.

”Jadi kami masih menggunakan asas praduga tak bersalah dalam tiga hal itu. Dari hasil penyelidikan memang belum bisa disampaikan banyak, kita masih berjalan. Memang ada pengaduan dalam kasus ini termasuk juga dugaan penyimpangan. Penyelidikan masih berlangsung, termasuk pemeriksaan saksi-saksi,” tutupnya.

Ia menambahkan, Selain Sutarman alias Cakraningrat yang jadi pimpinan, Polres Garut juga memeriksa empat anggota aktif Paguyuban Tunggal Rahayu. ”jadi hari ini kami periksa lima orang. Ada empat anggota aktif dan S sebagai pimpinan,” ucapnya.

Sutarman datang ke Mapolres Garut bersama rekan-rekannya. Maradona belum bisa menjelaskan hasil pemeriksaan karena masih berlangsung.

Sejak siang hari, Sutarman datang ke Mapolres Garut. Ia memakai pakaian ala presiden pertama Indonesia, Soekarno berwarna putih. Pakaiannya ditutup jaket loreng yang penuh dengan atribut.

Di salah satu atribut di jaket, terdapat lambang Garuda yang kepalanya menghadap ke depan. ”Inti pemeriksaan ini seputar perekrutan anggota, penggunaan uang, masalah lambang, dan titel beliau,” katanya.

Dari hasil rapat Bakorpakem, Maradona mengatakan jika semuanya sepakat untuk memproses hukum paguyuban ini. Masalah hukum hasilnya akan terlihat setelah proses penyidikan tuntas.

0 Komentar