Presiden: Fokus Utama Pemerintah Tangani Masalah Kesehatan

Presiden: Fokus Utama Pemerintah Tangani Masalah Kesehatan
OPSPEK DARING MAHASISWA BARU UGM: Seorang mahasiswi baru Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta mengikuti Opspek secara daring di rumahnya di Kota Madiun, Jawa Timur, Senin (7/9). Opspek yang dibuka oleh Presiden Joko Widodo tersebut akan berlangsung selama enam hari hingga Sabtu (12/9) dan dilakukan secara daring guna pencegahan penularan COVID-19. (SISWOWIDODO/ANTARA FOTO)
0 Komentar

JAKARTA – Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa fokus utama kerja pemer­intah saat ini adalah me­nangani masalah kesehatan masyarakat akibat pandemi COVID-19, baru kemudian pemulihan ekonomi.

“Sekali lagi saya ingin per­intahkan jajaran Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi, Men­teri Kesehatan, dan TNI, Polri, betul-betul agar yang berkaitan dengan urusan penanganan COVID-19 bet­ul-betul menjadi fokus kita, ekonomi akan mengikuti,” kata Presiden di Istana Ne­gara, Jakarta, Senin.

“Artinya fokus kita tetap, nomor satu kesehatan, ada­lah penanganan COVID-19. Karena memang kuncinya ada di sini,” katanya saat mem­buka Sidang Kabinet Paripur­na mengenai Penanganan Kesehatan dan Pemulihan Ekonomi untuk Penguatan Reformasi Tahun 2021.

Baca Juga:Menteri LHK Bantah Proyek Strategis Punya Unsur Kemerosotan LingkunganEmil Apresiasi Keputusan Jasa Marga Diskon Tarif Tol

Dalam sidang yang dihadiri oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin, jajaran menteri Ka­binet Indonesia Maju, serta pemimpin lembaga negara itu Presiden menekankan bahwa jika kondisi kesehatan masyarakat membaik, maka kondisi ekonomi akan turut membaik.

Penanganan kesehatan masyarakat, ia mengatakan, merupakan kunci pemulihan dari situasi krisis akibat pan­demi COVID-19.

“Sekali lagi, kalau penanga­nan COVID-19 baik, kalau kesehatan baik, ekonom­inya juga akan membaik,” katanya.

Ia menambahkan, per­cepatan upaya pemulihan ekonomi domestik sangat bergantung pada hasil pen­erapan kebijakan penanga­nan pandemi COVID-19.

“Jangan sampai kita urusan kesehatan, urusan COVID-19 ini belum tertangani dengan baik, kita sudah men-starter, restart, di bidang ekonomi. Ini juga sangat berbahaya,” katanya.

Menurut data Satuan Tu­gas Penanganan COVID-19, hingga Minggu (6/9) jumlah kasus COVID-19 di Indonesia mencapai 194.109 kasus den­gan jumlah pasien yang sem­buh dari infeksi virus corona sebanyak 138.575 orang dan jumlah pasien yang mening­gal dunia karenanya tercatat 8.025 orang.(ANTARA)

0 Komentar