3 Kolaborasi Maut yang Pernah Mengisi Lini Depan Persib Bandung

3 Kolaborasi Maut yang Pernah Mengisi Lini Depan Persib Bandung
KOMPAK: Duet Wander Luiz-Geoffrey Castillion saat merayakan gol kemenangan Persib Bandung setelah berhasil membobol gawang lawan dalam kompetisi Liga 1 Januari 2020 lalu.
0 Komentar

Sayangnya, duet Eze-Arthur tidak sesuai harapan. Arthur Gevorkyan pun dilepas. Eze lalu ditandemkan dengan Kevin van Kippersluis, namun masih jauh dari harapan.

Hingga akhirnya pada musim 2020, Persib di bawah polesan Robert Albert mampu mencetak duet tajam Wander Luiz-Geoffrey Castillion.

Cristian Gonzales – Hilton Moreira

Musim 2008, Persib Bandung endatangkan tiga striker asal Brasil, yakni Hilton Moreira, Fabio Lopes Alcantara, dan Rafael Bastos.

Baca Juga:ePaper Jabar Ekspres Edisi Kamis, 3 September 2020Timnas U-19 Tingkatkan Intensitas Latihan

Namun, ketajaman Fabio Lopes dan Rafael Bastos jauh dari harapan sehingga pada dilepas. Sebagai gantinya, Persib yang saat itu diarsiteki Jaya Hartono, mendaratkan Cristian Gonzels.

Terbukti, duet Gonzales-Hilton berhasil. Baru setengah musim, mereka tampil ciamik. Gonzales mengoleksi 14 gol, sementara Hilton 16 gol.

Duet Gozales-Hilton dipertahankan Persib pada musim 2009-2010. Berkat duet mereka, Persib pun semakin tajam. Dari 50 gol yang dihasilkan, Gonzales mencetak 18 gol dan Hilton 10 gol.

Sayangnya, pada 2010-2011, ketajaman duet Gonzales-Hilton menurun, sehingga pada musim 2011-2012, Gonzales-Hilton tidak diperpanjang.

Christian Bekamenga – Redouane Barkaoui

Musim 2007, Persib Bandung memiliki duet striker asal benua Afrika, yakni Christian Bekamenga-Redouane Barkoui.

Kolaborasi mereka jadi hal yang ditunggu-tunggu bobotoh. Apalagi, duet Bekamenga-Barkaoui cukup menjanjikan. Mereka mengoleksi 20 gol dari total 45 gol Persib pada Liga Indonesia 2007.

Persib yang saat itu dinakhodai pelatih asal Moldova, Arcan Iurie, menjadi juara paruh musim. Harapan bobotoh pun semakin tinggi.

Baca Juga:Tudingan PelakorBand Noah Lelang Piringan Hitam Edisi Istimewa

Sayangnya, asa itu harus pupus setelah Bekamenga memilih hengkang dan berlabuh ke liga Prancis. Hilangnya Bekamenga membuat Barkaoui kehilangan tandem yang ideal. (bbs/tur)

0 Komentar