Kota Bandung Hanya Memiliki Lima Hidran yang Masih Berfungsi Baik

Kota Bandung Hanya Memiliki Lima Hidran yang Masih Berfungsi Baik
SOSIALISASI PENANGGULANGAN KEBAKARAN: Sejumlah murid Taman Kanak-kanak dibantu petugas menaiki mobil pemadam kebakaran saat sosialisasi penanggulangan kebakaran di Kantor Pemadam Kebakaran, Jalan Sukabumi, Kota Bandung, Rabu (12/8). Sosialisasi tersebut merupakan salahsatu program dinas pemadam kebakaran untuk meminimalisir dampak terjadinya bencana kebakaran. Foto: Amri Rachman Dzulfikri/Bandung Ekspress
0 Komentar

BANDUNG – Sebagai Kota Metropolitan, Bandung sudah seharusnya memiliki fasilitas dan sarana penunjang untuk mencegah terjadinya kebakaran. Terlebih, banyak berdiri gedung-gedung bertingkat.

Kondisi itu tidak sebanding dengan ketersediaan hidran sebagai sumber air jika terjadi kebakaran. Kenyataannya dari ratusan hidran, hanya lima saja yang berfunsi baik.

’’Yang kita miliki ada sekitar 200 hidran tapi hanya lima hidra yang masih berfungsi,’’ ucap Kepala Bidang Kesiapsiagaan Operasi Pemadaman dan Penyelamatan Diskar PB Kota Bandung Yusuf Hidayat kepada Jabar Ekspres, Kamis (27/8).

Baca Juga:Pendapatan Pemkot Cimahi 2021 Diprediksi Hilang Sebesar Rp 420 MiliarDewan Jabar Desak Pemenang Tender TPPAS Lulut Nambo Jangan Ingkar Janji

Adapun kelima titik hidran yang masih berfungsi di antaranya ada di Jalan Supratman, Jalan Ahmad Yani, Jalan Cikapayang, Jalan Ir. H. Djuanda, dan Jalan Buahbatu.

Menurutnya, faktor tidak berfungsinya hidran di Kota Bandung karena kurangnya tekanan air yang mengalir ke hidran. Sedangkan yang bagus (tekanannya) di lima titik itu.

Yusuf mengatakan, untuk mengatasi permasalahan banyaknya hidran tidak berfungsi, sejauh ini pihaknya bekerjasama dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtawening.

“Kita selalu berkoordinasi dengan PDAM. Apakah hidran ini dimaksimalkan dimanfaatkan atau kita memperbaiki hidran yang rusak, atau ada penambahan. Hal ini juga jadi salah satu upaya pemerintah Kota Bandung,” kata Yusuf.

Selain itu, untuk mengantisipasi keterbatasan hidran, bagi pemilik gedung, sebaiknya menyiapkan tandon air sebagai antisipasi jika terjadi kebakaran.

“Gedung seperti pabrik, perkantoran. Kalau dekat sungai bisa dipakai, repotnya ketika musim kemarau, makanya harus ada tandon air,’’kata dia.

Yusuf menambahkan, saat ini Diskar PB saat ini memiliki 20 unit mobil pancar yang juga didukung oleh 1 unit mobil quick response untuk menyedot air, 1 unit respon unit peralatan, serta 3 tangki yang berukuran besar.

Baca Juga:Pemberian Insentif Nakes Telat Karena Tunggu BOK dari Pemerintah PusatDewan Jabar Minta Insentif Tenaga Kesehatan Jangan Ada Lagi Keterlambatan

“Mobil pancar tidak dibiarkan kosong, selalu terisi, dalam keadaan siap siaga. Kalau ada kebakaran harus diisi kembali,” ujarnya.

“Tidak ada kendala, kita juga pada saat pemadam kebakaran kendaraan terisi penuh. Isinya rata-rata kendaraan dengan kapasitas 400 liter, ada yg 3.000 liter, tei apalagi 8000lt,” imbuhnya. (mg7/yan)

0 Komentar