SUKARAJA – Permasalahan sampah di bantaran Sungai Cibeureum yang merupakan perbatasan Kecamatan Sukaraja Kabupaten Sukabumi dengan Kecamatan Cibeureum Kota Sukabumi rupanya belum menemukan solusi. Bahkan, sampah tersebut semakin menumpuk lebih dari 5 tahun.
Tumpukan sampah di bantaran Sungai Cibeureum sudah mencapai 2 meter. Kondisinya bercampur dengan tanah berlumpur yang terseret aliran sungai sehingga menimbulkan aroma tidak sedap.
“Kondisi ini sudah berlangsung lebih dari 5 tahun sejak wacana pembangunan tempat pembuangan sampah sementara (TPSS) tidak terlaksana,” kata Ketua RW 01 Desa Pasirhalang, Kecamatan Sukaraja, Ade Sadili, kepada wartawan, kemari (24/8).
Baca Juga:Parpol Cenderung Pilih Jalan PintasPemprov Klaim Tak Ada Lagi Desa Tertinggal
Ade mengaku tidak mengetahui alasan ditolaknya usulan masyarakat tentang pembangunan TPSS. Tapi kabar yang beredar di masyarakat, pembangunan TPSS itu tidak bisa dilaksanakan karena ada wacana pelebaran jalan gang. Namun, wacana tersebut pun tidak terealisasi.
“Kita tidak mempunyai tempat pembuangan sampah karena ada wacana akan ada pelebaran jalan dan gang. Tapi sudah berjalan 5 tahun belum ada juga realisasinya. Ya akhirnya selama 5 tahun itu lah warga membuang sampah ke sungai,” ujarnya.
Ade mengungkapkan, warga sempat meminta bantuan petugas pengangkut sampah dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sukabumi untuk mangatasi permasalahan tersebut. Namun pengangkutan tidak berlangsung lama karena terkendala wilayah tugas.
“Beberapa waktu lalu sempat ada petugas yang mengambil sampah warga pake gerobak motor viar tapi sudah lama tidak ada lagi karena ditegur oleh petugas Kabupaten Sukabumi. Padahal kalau warga sih petugas dari manapun yang terpenting sampahnya bisa ditarik,” ungkapnya.
Ade menuturkan, permasalahan sampah tersebut cukup membuat warga jenuh. Pihaknya sempat menangani secara mandiri berupa kegiatan bakti sosial namun cara tersebut kurang efektif mengingat saat ini warga masih membuang sampah ke sungai. Oleh karena itu, ia mewakili warga meminta Pemerintah Kabupaten Sukabumi mencarikan solusinya.
“Kami meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi supaya menanggapi serius tentang keluhan warga tidak hanya janji tapi perlu bukti,” pungkasnya.(job1)
