Beberapa PSN tersebut sudah menyerap tenaga kerja lokal, jumlahnya bervariasi, contohnya 150 warga lokal dari total 350 pekerja di proyek Bendungan Sadawarna, 250 warga lokal dari total 510 pekerja di proyek Waduk Leuwikeris, dan 308 warga lokal dari total 804 pekerja di proyek Pelabuhan Patimban.
Kepada para peserta yang hadir, Uu juga menegaskan bahwa Pemda Provinsi Jabar sangat mendukung proyek-proyek strategis nasional yang ada di Jabar. Dari pertemuan ini, dirinya pun berharap keinginan Jabar terkait peningkatan jumlah tenaga kerja lokal dalam PSN bisa terwujud.
“Semoga ini semua menjadi perhatian pemerintah pusat terkait jumlah dan kualitas pekerjaan yang diberikan kepada Jabar. (Hasil rapat) ini semua juga akan menjadi pembahasan di kami, termasuk keinginan dari pemerintah pusat itu sendiri,” terangnya.
Baca Juga:Kasus Tak Turun, Dewan MeradangDelapan Menit Air di Paru
Terpisah, Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil menyambut baik groundbreaking pembangunan pabrik PT Meiloon Technology Indonesia di Taifa Industrial Estate, Kabupaten Subang, Selasa (21/7).
Emil –sapaan Ridwan Kamil– mengatakan, pembangunan pabrik tersebut menjadi momentum kebangkitan perekonomian Jabar, khususnya di bidang investasi, di tengah pandemi Covid-19.
“Ini menunjukkan bahwa optimisme dan rasa percaya investor kepada Jawa Barat itu sangat tinggi,” kata Emil. “Karena itu, kepada investor-investor lain, silahkan ikuti jejak langkah dari PT Meiloon Technology ini, untuk segera datang ke Jawa Barat, ke Kabupaten Subang khususnya,” imbuhnya.
Iklim investasi yang baik, kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni, dan infrastruktur yang akseptabel membuat Jabar menjadi destinasi menarik bagi investor. Selain itu, kata Kang Emil, pihaknya menjamin kemudahan perizinan.
“Kita akan fasilitasi secara maksimal dari pusat sampai ke daerah. Covid-19 ini terus kami lawan, tapi ekonomi juga terus kami buka (secara bertahap),” katanya.
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengapresiasi langkah proaktif Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jabar. Menurut ia, percepatan perizinan yang dilakukan secara kolaboratif dapat menarik investor.
“Investasi ini izinnya diselesaikan dalam waktu satu bulan. Ini adalah contoh konkret di mana kolaborasi antara Pemda Kabupaten, provinsi, dan pusat ini tidak bertele-tele,” kata Bahlil. “Ini contoh untuk disampaikan ke publik bahwa Indonesia sekarang sudah berubah dalam menarik investor,” tambahnya.
