Kunjungan Anjlok, Gerakan ‘BISA’ Jadi Solusi

Kunjungan Anjlok, Gerakan ‘BISA’ Jadi Solusi
DISAMBUT ANTUSIAS: Acara pembukaan Gerakan BISA, di Kabupaten Bandung Barat berlangsung meriah. Kegiatan itu bertujuan untuk membangkitkan sektor pariwisata. (FOTO: DISBUDPAR JABAR)
0 Komentar

Kurleni berharap, gerakan BISA ini dapat bermanfaat bagi seluruh stakeholder di industri pariwisata dan ekonomi kreatif, untuk bangkit kembali dalam mempromosikan Indonesia yang bersih, indah, sehat dan aman di mata dunia.

Sementara pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat Dedi Taufik mengatakan, Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Bandung Barat menjadi lokasi pertama penyelenggaraan gerakan BISA.

“Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menindaklanjuti arahan Presiden untuk melaksanakan program semacam padat karya dalam upaya mitigasi dampak Covid-19 di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” jelas Dedi.

Baca Juga:40 Persen UMKM Berhenti BeroperasiASN Terlibat Politik Praktis

Selain itu juga, kegiatan BISA merupakan upayakan peningkatan kualitas dan daya saing destinasi pariwisata Indonesia, guna mendorong peringkat Indonesia dalam Travel and Tourism Competitiveness Index (TTCI).

Ditambahkannya, Jawa Barat sendiri sudah menerapkan serta menyiapkan protokol kesehatan disetiap destinasi wisata. Kegiatan BISA, diungkapkan Dedi, selaras dengan apa yang sudah dilakukan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat, menyiapkan sektor pariwisata pada masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). “Kuncinya adalah kedisiplinan dan kewaspadaan semua pihak terhadap pandemi Covid-19,” tegas Dedi.

Dengan adanya gerakan ini, Dedi berharap gerakan BISA dapat  memberdayakan para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif serta masyarakat yang terdampak ekonominya.

Untuk Jawa Barat sendiri, selain bersih, indah, sehat dan aman, juga berseka, bersih sehat kanggo Jabar. “Mudah-mudahan, dapat bangkit kembali kepariwisataan dan ekonomi kreatif yang terdampak wabah Covid-19,” harapnya.

Dalam kegiatan BISA, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI memberikan bantuan untuk protokol kesehatan yaitu enam wastafel yang dipasang Alun-alun Lembang Desa Cibogo dan Desa Cikole. Selain itu juga program Padat Karya yang melibatkan 100 orang anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). (bbs/drx)

0 Komentar