Mal dan Pariwisata Resmi Beroperasi, Waspadai Gelombang Dua

Mal dan Pariwisata Resmi Beroperasi, Waspadai Gelombang Dua
0 Komentar

Protokol kesehatan seperti jaga jarak di pintu masuk, pengecekan suhu tubuh, pakai masker, dan cuci tangan sebelum memasuki area wisata, sudah diterapkan sejumlah destinasi wisata di Kabupaten Bandung Barat.

Emil mengatakan, destinasidestinasi wisata di Lembang juga telah berinovasi. Salah satunya menjual tiket via daring. Hal itu dapat menghindari kerumunan.

“Ini yang harus menjadi sebuah cara baru dalam pariwisata, sehingga tidak ada transaksi pegang uang secara fisik, karena sudah dibayar online, tinggal kita tunjukkan handphone masingmasing, discan. Ini harus menjadi cara baru,” ucapnya.

Baca Juga:Tiga BersamaanePaper Jabar Ekspres Edisi 15 Juni 2020

Selain sektor pariwisata, Emil juga menyoroti soal aktivitas di pasar tradisional. Menurutnya, ketidakdisiplinan pedagang dan pembeli dalam jaga jarak, pakai masker, serta adanya kerumunan, memicu munculnya kasus positif di pasar tradisional.

“Kami meyakini banyak pembeli dan penjual tidak disiplin pakai masker, sehingga pembeli bisa tertular oleh penjual, penjual bisa tertular oleh pembeli,” katanya.

Sejumlah 627 Mobile COVID-19 Test dan Laboratorium Moblie Bio Safety Level 3 (BSL3) dari PT Bio Farma (Persero) disiapkan gugus tugas provinsi untuk mengambil sampel di pasar tradisional. Tes masif terdiri dari rapid test maupun swab test (tes usap).

Emil menyatakan, pengetesan masif akan didahului dengan sosialisasi dan komunikasi yang memadai. Tujuannya mengantisipasi penolakan tes masif, seperti yang terjadi di sejumlah daerah.

“Saya sudah berkoordinasi dengan Kepolisian dan TNI untuk mengawal pengetesan ini, sehingga tidak ada penolakan di masyarakat karena kurang sosialisasi,” ucapnya.

“Total 700 pasar yang akan kami lakukan pengetesan, sehingga tidak ada pedagang pasar yang terkena (COVID-19), dan mengakibatkan kerugian berupa penutupan pasar dalam waktu yang tidak ditentukan,” imbuhnya.

Sejak Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara proporsional diterapkan, Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 secara bertahap membuka kegiatan di sejumlah sektor. Tahap pertama adalah kegiatan di tempat ibadah.

Baca Juga:Pemkot Bandung Perpanjang PSBB ProporsionalTutup Paksa Oprasional Pertokoan

Setelah itu, kegiatan yang memiliki dampak besar terhadap perekonomian, tapi berisiko kecil terhadap penularan COVID-19, seperti industri dan perkantoran, dibuka. Kemudian disusul pembukaan sektor perdagangan, pariwisata, dan pendidikan.

Menurut Emil, pembukaan kegiatan di sejumlah sektor secara bertahap sebagai antisipasi munculnya gelombang kedua COVID-19. Khusus sektor pariwisata, ia merekomendasikan kepada kepala daerah untuk membuka destinasi wisata outdoor.

0 Komentar