Kinerja Kementan Jadi Sorotan, Aspirasi Petani Harus Jadi Perhatian

Kinerja Kementan Jadi Sorotan, Aspirasi Petani Harus Jadi Perhatian
0 Komentar

“Pak Jokowi kan dua periode memimpin pemerintah dan akan berakhir di 2024, pasti dia ingin punya legacy. Salah satu yang bisa menjadi legacy adalah bidang pertanian, kalau dilihat kinerja Mentan sebelumnya pak Amran saya kira sudah banyak menempatkan standar baik, dan ini perlu dilanjutkan,” ujarnya saat dihubungi.

Menurut Hendri, Menteri Pertanian saat ini harusnya bisa meninggalkan legacy yang bagus.
Sehingga, kalau tidak bisa lebih dari Mentan sebelumnya, atau minimal sama, sudah seharusnya perlu dievaluasi.

“Silakan saja pak Jokowi pasti punya catatan-catatan untuk kinerja menterinya,” ujarnya.

Baca Juga:Cegah Kongkalikong PPDB dengan Sistem yang TransparanJelang New Normal, Pengelola Wisata di Lembang Bakalan Obral Diskon

Sebelumnya, Kementerian Pertanian (Kementan) menyatakan upaya penanganan pangan dengan menyiapkan tiga strategi saat menghadapi New Normal.

Adapun, peningkatan nilai tukar petani (NTP) akan masif dilakukan dengan menaikkan harga jual gabah sehingga target penambahan NTP menjadi 103 poin, lebih tinggi dari beberapa waktu sebelumnya, atau sebesar 102,09 poin.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menerangkan strategi pertama yaitu agenda SOS, atau emergency yang ditemukan ketika harga ayam sempat jatuh beberapa waktu lalu.

Dia menegaskan, penurunan NTP bukan disebabkan oleh hasil produksi petani tidak akurat namun karena dampak Covid-19 yang menyebabkan pelambatan transportasi, distribusi, dan pembatasan berbagai akselerasi kemasyarakatan (PSBB).

Untuk solusi penyikapannya yaitu membangun stok penyangga atau buffer stock untuk 11 komoditas pangan, lalu pengembangan pasar dan toko tani, jaring pengaman sosial bagi petani, menjaga stabilitas harga.

Strategi kedua agenda jangka menengah yaitu memaksimalkan ekspor dengan mengintervensi industri agrikultur agar tidak memecat karyawannya.

“Ada juga relaksasi terhadap padat karya melalui pemberian bibit atau benih sehingga produksi komoditi tetap berjalan,” tutup Syahrul. (bbs/yan)

0 Komentar