BANDUNG – Sekretaris Gugus Tugas Percepatan dan Penanggulangan COVID-19 Jabar Daud Achmad mengatakan bahwa dokter dan tenaga medis yang berada di garda terdepan dalam penanganan Covid-19 akan mendapatkan intensif harian dan santunan kematian.
“Sesuai dengan yang digariskan pemerintah pusat itu santunan ada, kita juga jaga-jaga di APBD juga kita menggangarkan untuk kisarannya 300 juta ya untuk yang meninggal,” ucap Daud saat konprensi Pers secara daring di Gedung Sate Bandung, Senin (13/4).
Dikatakan Daud, untuk intensif harian dokter dan tenaga medis itu bervariasi dari Rp 200 ribu sampai Rp 600 ribu perhari.
Baca Juga:Masih Banyak yang Tidak Disiplin, IDI Jabar Inginkan PSBB Segera DiperluasPortofolio Pandemi Virus sebagai Pendekatan Pembelajaran di Rumah
“Intensif hariannya berpariasi yah, kalau tidak salah paling tinggi Rp 600rb nanti saya cari data di Perbgub yang pasti,” katanya.
Ditempat yang berbeda, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Barat, Berli Hamdani mengatakan bahwa total anggaran untuk intensif harian dokter dan para medis dianggarakan Rp 18 Miliar.
“Dapat insentif harian dari Maret sampai dengan bulan Mei 2020. Per-harinya sekitar 200 ribu dan total alokasi anggaran 18 M. Sementara santunan kematian Rp 300 juta per-orang untuk 10 orang (naudzubillaahi mindzalik),” katanya melalui pesan singkat.
Saat disinggung uang intensif untuk para dokter dan tenaga medis itu rata Rp 200, pihaknya enggan untuk membeberkan.
“Hitungannya ada di BKD dan BPKAD, rata rata segitu,” sambungnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat, Abdul Hadi Wijaya membenarkan bahwa Pemprov Jabar mengalokasikan Rp 18 Miliar untuk intensif para dokter dan perawat yang berada di garda terdepan dalam penangan Covid-19.
“Alhamdulillah ini dalam rencana yang sudah disiapkan itu untuk paranakes yang mereka ini setiap hari harus berjuang ya untuk menanggulangi menolong pasien pasien yang terdampak covid-19,’’ujar politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.
Hadi menuturkan, insentif harian sebesar Rp 200 ribu per-hari per orang diharapkan menjadi penyemangat buat para tenaga kesehatan walaupun kalau sudah urusannya nyawa.
Baca Juga:Depot Pertamina Alami Kebocoran, Diduga Ratusan Liter Solar Cemari Anak Sungai CitarumWaduh! Positif Korona di Jabar Versi Rapid Test Capai 1.190
Artinya kata dia, semua angka angka seperti itu dan terkait asuransi juga sudah disiapkan yaitu dengan nilai jaminan kalau ada yang wafat sekitar 300 Juta rupiah.
