oleh

20 Perusahaan Tidak Beroperasi, Target Pendapatan  Pengujian Air Limbah Cimahi Bakal Direvisi

CIMAHI – Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi pemakaian kekayaan daerah yang dikelola Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi tahun ini bakal direvisi. Awalnya, target retribusi dari sektor pengujian limbah tahun ini mencapai Rp 650 juta.

Kepala DLH Kota Cimahi, Mochammad Ronny menjelaskan, revisi target itu diajukan pihaknya sebab sejauh ini sudah ada puluhan perusahaan langganan yang menghentikan produksinya akibat pandemi Corona Virus Disease (Covid-19).

Baca Juga:  Pasar Sore di Kelurahan Rancaekek Kencana Timbulkan Kerumunan, Lurah Pastikan Mayoritas adalah Warga Luar

“Udah ada 20 perusahaan yang menghentikan produksinya.  Ke depan kemungkinan akan ada yang menyusul,” kata Ronny saat dihubungi, Minggu (12/4).

Dikatakannya, target Rp 650 juta dari pengujian air limbah industri tekstil, air limbah industri logam, air limbah domestik hingga pengujian air lainnya itu ditentukan sebelum munculnya wabah Covid-19. Salah satu pertimbangannya adalah capaian realisasi tahun lalu yang mencapai Rp. 465.878.000. Capaian itu melebihi target yang hanya Rp. 400.000.000.

Baca Juga:  Pemkot Bandung Salurkan 95 Ribu Paket Buka Puasa

Jika target retribusi  pemakaian kekayaan daerah tahun ini tetap dipaksakan Rp 650 juta, kata Ronny, pihaknya pesimis bisa tercapai. Sebab, dengan penghentian sementara aktifitas perusahaan langganan pengujian limbah otomatis sangat berdampak terhadap pendapatan.

“Pasti enggak akan kecapai (kalau target Rp 650 juta). Kita akan koreksi, sedang dilakukan pembahasan dengan Bappenda,” jelasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Baca Juga