Budidaya Tingkatkan Produksi Ikan

Budidaya Tingkatkan Produksi Ikan
OPTIMISTIS: Bupati Bandung Dadang M. Naser (paling kanan) memberika
0 Komentar

SOREANG – Kabupaten Bandung memiliki potensi luar biasa untuk membudi­dayakan ikan, hal itu dika­takan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo saat mengunjumgi lokasi pembudidaya ikan lele di Desa Parungserab, Kecama­tan Soreang, Kabupaten Bandung, Kamis (2/1/2019).

”Saya yakin Kabupaten Ban­dung memiliki peluang yang sangat besar di sektor budidaya ikan. Hal ini sesuai dengan instruksi Pak Presiden yakni membangun sentra budidaya ikan yang kuat,” katanya di­sela-sela kunjungan kerjanya.

Menyikapi keterbatasan lahan, dirinya mengimbau kepada para peternak untuk menggunakan sistem bi­oflok.”Ini salah satu alternatif kita untuk menjawab lahan yang semakin terbatas. Den­gan menggunakan sistem bioflok, pakan bisa kita kon­trol sehingga mengurangi biaya produksi,” terangnya.

Baca Juga:Minta Tanggungjawab KCICKomisi III Sidak ke Lokasi Taman Kartini

Edhy menjelaskan, cara bu­didaya dengan bioflok sang­at hemat dan murah. Selain itu bisa memangkas biaya produksi diluar biaya pakan ikan. ”Kunjungan kerja kesi­ni sengaja mau melihat pem­budidayaan ikan di Jawa Ba­rat. Sebelum kesini, saya juga kunjungan ke Garut,”akunya.

Menurut Edhy, pembudi­dayaan dengan bioflok sudah terjadi dimana-mana. Hal tersebut, salah satu alterna­tif untuk menjawab lahan yang semakin terbatas dan bisa menghemat pakan. ”Dengan bioflok, yang tadinya menggunakan pakan 100 bisa berkurang setengahnya, bahkan kurang karena dari kotorannya bisa dimakan lagi dengan prebiotik lainya,” tuturnya.

Lebih lanjut Edhy menje­laskan, bahwa pasar lele ini sangat banyak dan mudah dipasarkan. Hampir di pa­sar-pasar ikan di Indonesia membutuhkan ikan lele. Bah­kan lele Indonesia sampai di ekspor dengan cara difillet. Selain membudidaya dengan cara tersebut, lanjutnya, pakan alternatif menggunakan ma­got bisa dipilih masyarakat untuk mengurangi biaya pa­kan. Selain itu, bisa mengu­rangi sampah rumah tangga.

”Pakan mandiri ditemukan menggunakan magot atau lalat black soldier, bayangkan kalau di sini bisa mengoptimalkan budidaya ikan dengan pakan menggunakan magot itu akan juga mengurai sampah, yang menjadi masalah kita saat ini,” tambahnya.

Dia menerangkan, dari tujuh ton sampah bisa menghasil­kan tiga ton magot dan dibe­rikan untuk pakan ikan, se­kitar 0,8 kilo gram bisa meng­hasilkan satu kilo gram ikan. ”Dengan diberikan pakan magot, maka bisa menjadi dua kali lebih cepat dibandingkan menggunakan pakan konven­sional. Semakin banyak yang membudidayakan, semakin mudah mencari pakan ikan, sehingga tidak perlu biaya tambahan lagi,”tegasnya.

0 Komentar