Kepala Biro Umum Sekretariat Daerah Provinsi Jabar Iip Hidajat sementara itu mengatakan, pihaknya juga berkewajiban untuk meningkatkan keamanan sehingga dapat memberikan rasa aman, nyaman, dan ramah bagi para pengunjung atau masyarakat.
“Ketika ini dibuka sebagai akses masyarakat, yang pertama Biro Umum harus melakukan penambahan tenaga security, yang kedua penambahan CCTV, ketiga menambah pos jaga yang mobile karena (gedung) ini ‘kan terbuka,” kata Iip.
“Untuk Taman Depan Gedung Sate, akan tetap ada pagar tapi pagarnya knock down atau portable jadi misalkan diperlukan ditutup, akan ditutup. Tapi kalau tidak, tetap dibuka. Contohnya kalau ada demo ‘kan tidak bisa diprediksi dan polisi juga menginginkan ada pagar untuk demarkasi,” tambahnya.
Baca Juga:Beri Perhatian Kepada PangandaranMalam Tahun Baru Disambut Belasan Titik Bencana Alam
Iip menjelaskan bahwa kegiatan-kegiatan yang selama ini sering dilaksanakan di area depan Gedung Sate, ke depan bakal difokuskan di Taman Belakang yang jiga telah direvitalisasi dengan ruang publik yang lebih luas dan representatif.
Nantinya, Taman Belakang Gedung Sate terdapat panggung terbuka yang bertujuan untuk mengakomodir kegiatan-kegiatan posistif dengan latar belakang bangunan Gedung Sate.
“Di taman belakang kita buat panggung terbuka yang besar dengan ukuran 12×120 meter. Jadi apabila ada tenda atau booth pameran disana sudah sangat memungkinkan. Termasuk juga untuk event-event besar bisa dilaksanakan di taman belakang,” ujar Iip.
“Dulu kalau ada event besar, kami biasa menutup Jalan Dipenogoro, malah menimbulkan kemacetan luar biasa. Kalau di belakang ‘kan ada dua jalur jadi relatif lebih kondusif kalau ditutup satu jalurnya,” tuturnya.
Adapun berkaitan dengan Gedung Sate sebagai bangunan cagar budaya, tim revitalisasi taman telah berkonsultasi dan bekerja sama dengan tim ahli cagar budaya Kota Bandung dan Balai Pelestarian Cagar Budaya Banten, serta Kemendikbud RI agar mendapatkan rekomendasi sehingga fungsi dan bangunan utama tidak terganggu. (mg1/yan)
