Panwascam Diminta Jaga Komitmennya

Panwascam Diminta Jaga Komitmennya
SELAMAT: Unsur Pimpinan Bawaslu bersama Muspida Kabupaten Bandung menyalami para petugas panwascam yang baru dilantik untuk bertugas mengawasi pelaksanaan Pilkada 2020 mendatang
0 Komentar

SOREANG – Panitia Peng­awas Kecamatan (Panwascam) untuk Pilkada 2020 diminta untuk tetap menja­ga komitmen dan integri­tasnya sebagai pengawal demokrasi yang harus menjunjung tinggi tegaknya keadilan Pilkada demi de­mokrasi yang berkualitas.

Sebanyak 93 Panwascam untuk pelaksanaan pemilihan Bupati/Wakil Bupati 2020 telah dilantik pada Senin (23/12/2019) lalu di Soreang. Hadir pada kesempatan ter­sebut, jajaran Muspida dan perwakilan dari seluruh ke­camatan yang ada di Kabu­paten Bandung.

Koordinator Divisi Pengawa­san dan Hubungan Antarlem­baga Bawaslu Kabupaten Bandung Hedi Ardia mengung­kapkan, dibandingkan den­gan petugas adhock pada Pemilu 2019, maka mereka yang masih dipertahankan itu tinggal 30 persen saja. Ar­tinya, mayoritas mereka itu wajah baru dan usianya pun masih muda.

Baca Juga:SMKN 1 Sumedang Raih Penghargaan “Jabar Speak Up”PAUD Penting Demi Ciptakan Generasi Unggul

”Ada kecamatan yang semua komisionernya kami ganti semua. Ada juga yang hanya kami tinggalkan satu atau dua orang saja. Itu berdasarkan hasil evaluasi yang kami lakukan terkait kinerja mereka pada perhelatan sebelumnya,” kata Hedi saat dihubungi wartawan, Rabu (25/12).

Disinggung mengenai faktor utama mereka yang tidak ter­pakai lagi untuk Pilkada 2020, Ia mengatakan, pada umumnya lebih kepada persoalan inte­gritas individu yang bersang­kutan. Selain itu, terkait den­gan kesalahan prosedur dalam penanganan temuan atau laporan dugaan pelanggaran dari masyarakat.

Menurutnya, usai dilantik, petugas Panwascam itu akan mendapatkan Bimbingan Teknis (Bimtek) pada Janua­ri mendatang. Salah satu yang akan menjadi titik pada pe­laksanaan Bimtek itu tidak hanya terkait penguasaan regulasi dan mekanisme pen­anganan pelanggaran, tapi lebih dari itu semua bagai­mana menciptakan pengawas pemilu yang berkarakter.

”Kalau sekadar mencetak petugas yang ngerti aturan itu mudah, tapi kami tidak berharap pada akhirnya me­reka menyerah dengan keada­an. Laporan dan temuan yang seharusnya bisa ditindak­lanjuti jadi dibiarkan begitu saja. Harus ditumbuhkan pengawas yang berkarakter,” ujarnya.

Hedi mengaku terinspirasi teori Erich Fromm dalam bukunya _The Heart of Man_ yang mengklasifikasikan manusia menjadi dua yakni karakter srigala dan domba. Srigala dipahaminya sebagai binatang yang siap menerkam, sedangkan domba sebagai mahluk yang pasrah untuk diterkam.

0 Komentar