Cegah Bencana Berkelanjutan di Tengah Evakuasi Longsor Pasirlangu Cisarua, Pemprov Lakukan Modifikasi Cuaca

Cegah Bencana Berkelanjutan di Tengah Evakuasi Longsor Pasirlangu Cisarua, Pemprov Lakukan Modifikasi Cuaca
Proses evakuasi korban longsor Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat di tengah hujan. Dok Suwitno/Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemprov Jabar kembali mengaktifkan operasi modifikasi cuaca, guna menjinakkan cuaca agar tak menimbulkan bencana berkepanjangan. Termasuk di wilayah Longsor Cisarua Kabupaten Bandung Barat.

Modifikasi cuaca dilakukan dengan menyemai sejumlah awan yang berpotensi hujan. Operasi itu berkolaborasi dengan BMKG dan TNI AU. Pesawat pengangkut Kapur Tohor atau CaO diterbangkan dari Bandara Husein Sastranegara.

Sekda Jabar Herman Suryatman menguraikan, berdasarkan data BMKG, cuaca beberapa hari ke depan kurang bersahabat. Karenanya butuh segera di sikapi.

Baca Juga:Korban Longsor Pasirlangu Bertambah, 16 Kantong Jenazah Ditangani DVI Polda JabarPencarian Korban Longsor Pasirlangu Dilanjutkan, Basarnas Kerahkan Ratusan Personel

Cuaca itu rawan menimbulkan bencana, termasuk memperparah longsor Cisarua yang saat ini masih berjibaku untuk evakuasi. “Makanya ini menindaklanjuti arahan Pak Gubernur, dalam rangka memitigasi bencana di Jawa Barat, harus dilakukan Operasi Modifikasi Cuaca,” jelasnya, Minggu (25/1).

Herman melanjutkan, operasi modifikasi cuaca itu dilakukan beberapa kali. Dimulai Minggu pagi. “Tadi pagi sudah ada satu sorti, dan sekarang lanjutannya pukul 09.00 (WIB) sorti kedua. Fokusnya adalah di area Gunung Burangrang untuk memastikan hari ini cuaca baik, tidak turun hujan,” sambungnya.

Menurut Herman, upaya itu juga untuk mendukung proses evakuasi yang tengah dilakukan di Cisarua. “Ini ikhtiar, sehingga proses pencarian, proses evakuasi korban di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat bisa berjalan lancar. Ini sebuah upaya yang berbasis keilmuan,” cetusnya.

Direktur BMKG Budi Harsoyo menambahkan, ada dua strategi yang dilakukan dalam modifikasi cuaca itu. Pertama adalah memecah pertumbuhan awan di daratan.

“kalau awan-awan itu tumbuh di wilayah daratan, maka upaya yang dilakukan adalah memecah pertumbuhan awan, mengganggu pertumbuhan awan dengan bahan semai kapur tohor atau CaO,” jelasnya.

Sementara kalau ada klaster awan yang akan masuk ke wilayah daratan, ini dijatuhkan percepat dengan menggunakan bahan semai NaCl atau garam. “Mudah mudahan ini bisa mengurai potensi hujan,” katanya. (son)

0 Komentar