Yana menambahkan, Kota Bandung saat ini sudah memiliki Basis Data Terpadu (BDT) yang dipegang oleh Dinas Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan (Dinsosnangkis) Kota Bandung.
Beberapa program yang dimiliki Pemkot di antaranya adalah Program Inovasi Pemberdayaan Kewilayahan (PIPPK), Dana Kelurahan (bantuan pemerintah pusat), dan Kotaku.
“Karena misalnya ada penduduk yang terkategori sangat miskin dikarenakan dia harus berobat cuci darah terus menerus, maka menjadi sangat miskin. Kalau penanganannya masalahnya diberi beras, itu kan bukan solusi, karena dia butuh solusi lain untuk kesehatan agar meringankan masalahnya,” tandasnya. (rls/bbs/drx)
